Apa itu Franchise? Mengenal Franchise dan Contoh Bisnis Franchise

Sharing is caring!

Apa itu Franchise? ~ Apa itu Franchise? Seperti apa contoh franchise? Apa keuntungan dan kerugiannya? Artikel di bawah ini akan membantu anda menemukannya.

BisnisHandal.com, Apa itu artinya Franchise? Mungkin banyak dari kita yang belum mengetahui apa itu franchise meskipun sudah pasti kita pernah menggunakan produk suatu franchise atau waralaba.

Apa itu Franchise?

Franchise atau waralaba dapat diartikan sebagai sebuah sistem penjualan dari sebuah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada badan usaha atau perorangan lain untuk menggunakan nama, merk, dan sistem usahanya menurut perjanjian tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan bersama diantara kedua belah pihak.

Baca : 10 Usaha Franchise Kopi Kekinian dan Hits yang Terlaris di Indonesia

Jadi bisnis ni melibatkan kerja sama antara 2 belah pihak. Yaitu pemberi waralaba yang disebut dengan istilah Franchishor (Pewaralaba) dan penerima waralaba yang disebut Franchise.

Franchise Fee

franchise minuman

Selain itu, dalam bisnis ini kita mengenal yang namanya Franchise Fee.

Pengertian Franchise Fee adalah biaya awal waralaba yang harus dibayarkan oleh franchisee kepada franchisor sebelum memulai bisnis sebagai tanda jadi kerja sama.

Franchise fee yang biasanya dibayarkan sebelum pembukaan gerai ini bertujuan untuk melunasi 2 hal utama.

  • Lisensi atau hak untuk menggunakan nama dan merk yang diwaralabakan selama jangka waktu tertentu sesuai perjanjian
  • Lisensi atau hak untuk menggunakan sistem, prosedur dan pedoman operasional suatu waralaba selama jangka waktu tertentu sesuai perjanjian.

Besarnya franchise fee adalah tergantung kesepakatan dari kedua belah pihak. Makin besar nama dan merk bisnis yang akan dijadikan waralaba, makin mahal pula fee-nya.

Selain mendapatkan hak untuk penggunaan nama, merk dan sistem usaha, franchise fee juga sudah termasuk pembayaran hal-hal berikut ini.

  • Desain layout usaha
  • Survey lokasi tempat usaha
  • Bimbingan untuk menyusun sebuah bisnis plan
  • Penjelasan dan manual book mengenai cara kerja bisnis
  • Informasi mengenai daftar inventory awal, termasuk stok barang yang dibutuhkan
  • Biaya training franchisee beserta karyawan
  • Supervisi dan eksekusi ketika baru awal memulai bisnis
  • Bonus bahan baku produk (untuk waralaba tertentu, seperti waralaba minuman, snack, dll)

Royalty Fee

contoh waralaba

Selain Franchise Fee, dalam usaha waralaba ada yang namanya Royalty Fee.

Royalty Fee adalah biaya yang harus dibayarkan oleh waralaba kepada franchisor setiap bulannya setelah bisnis berjalan sebagai ongkos royalti pemegang merk.

Besarnya royalty Fee adalah berkisar dari  5 – 15% dari laba kotor berdasarkan perjanjian sebelumnya. Namun ada kalanya dalam sebuah waralaba menetapkan royalty Fee berupa harga flat dengan jumlah tertentu yang tidak terpengaruh pada besarnya laba kotor suatu gerai.

Pada prinsipnya royalty Fee adalah pembiayaan untuk hal berikut ini.

Baca: 10 Peluang Usaha Minuman Unik dan Kekinian Ini Untungnya bikin Seger!

  • Kelangsungan operasional bisnis
  • Pelaksanaan audit
  • Evaluasi setelah bisnis berjalan
  • Keperluan penelitian dan pengembangan bisnis

Keuntungan dan Kerugian bisnis waralaba

Sebelum anda membuka bisnis franchise, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu keuntungan dan kerugiannya

Apa saja?

1. Keuntungan Bisnis Franchise

keuntungan dan kerugian franchise

Keuntungan dari bisnis Franchise adalah sebagain berikut.

  • Tidak perlu membangun bisnis dari nol karena tinggal menjalankan usaha yang sudah terkenal
  • Manajemen bisnis tinggal mengikuti master plan
  • Tidak memerlukan promosi yang membutuhkan banyak dana
  • Lebih mudah mendatangkan pelanggan karena sudah punya nama besar
  • Potensi keuntungan yang lebih besar
  • Mendapat support 100% dari pewaralaba
  • Tidak perlu repot harus melatih karyawan
  • Resiko kerugian lebih kecil

2. Kerugian Bisnis Franchise

Adapun kerugian dari bisnis franchise adalah sebagai berikut.

  • Memerlukan modal yang relatif besar
  • Harus membayar royalti setiap bulannya
  • Kontrak franchise memiliki masa jatuh tempo yang harus diperpanjang dengan biaya tertentu
  • Tidak diperkenankan untuk memberikan inovasi atau kreativitas atas bisnis yang sudah berjalan
  • Semua laporan keuangan harus terbuka bagi kedua belah pihak
  • Kemitraan dapat diputus kapan saja jika dianggap melanggar kesepakatan

Macam-Macam Franchise

Berdasarkan kriterian produk yang ditawarkan, franchise dapat dibagi menjadi 3 jenis sebagai berikut.

1. Franchise Produk

makalah waralaba

Franchise produk adalah merupakan usaha franshise atau waralaba di mana kontrak kemitraan tersebut berupa produk yang dapat terlihat secara fisik.

Ada banyak sekali contoh franchise produk, seperti usaha franchise makanan, kategori franchise minuman seperti Thai tea, franchise kopi, kemudian kategori produk lain seperti bioskop, hotel, supermarket, restoran, dan lain sebagainya.

Baca : 8 Usaha Franchise Makanan di Bawah 10 Juta Paling Menguntungkan

2. Franchise Non Produk

Franchise non produk adalah usaha waralaba di mana kontrak kemitraan tersebut tidak berupa produk yang bisa terlihat secara fisik.

Contoh franchise non produk biasanya berupa bisnis jasa, misalnya lembaga kursus atau les, tour guide, penerjemah, dan lain-lain.

3. Franchise Gabungan

Franchise gabungan adalah usaha waralaba yang kontrak kemitraannya berupa gabungan dari produk maupun non produk sekaligus.

Salah satu contoh franchise gabungan misalnya salon dan spa.

Baca juga:
6 Franchise Thai Tea Termurah dengan Kemitraan di Bawah Rp 5 Juta

Demikianlah tadi penjelasan lengkap mengenai apa itu franchise, contoh beserta kelebihan dan kekurangan waralaba. Semoga artikel tersebut bermanfaat. [BH/HT]

Tinggalkan komentar