Biografi Chairul Tanjung, Sang Anak Singkong yang Menggenggam Dunia

Sharing is caring!

Biografi Chairul Tanjung ~ Ternyata kesuksesan seorang Chairul Tanjung tidak diraihnya secara instan. Ada banyak cucuran keringat, kerja keras, dan pengorbanan di dalamnya. Seperti apa kisahnya?

BisnisHandal.com, Saat kita melihat sosok Chairul Tanjung, yang terbersit saat ini adalah sebagai salah satu pengusaha terkaya dan tersukses di Indonesia. Namun tahukah Anda, untuk sampai di titik ini, Chairul Tanjung tidak mendapatkannya secara instan.

Apa yang beliau capai saat ini, semunya benar-benar dimulainya dari bawah.

Chairul Tanjung muda pernah menjadi tukang fotokopi. Saat mencoba merintis usaha pun, sering mengalami jatuh bangun dan bangkrut.

Seperti apa kisah hidup pemilik CT Corps yang menaungi sejumlah stasiun TV swasta seperti Trans TV dan Trans 7 ini?

Kisah dan Biografi Chairul Tanjung si Anak Singkong

Biografi pengusaha sukses dari nol satu ini sangat menarik untuk kita simak sebagai pelajaran yang berharga.

Masa Kecil Chairul Tanjung

Chairul Tanjung lahir pada tanggal 16 Juni 1962 di Jakarta. Ayah Chairul Tanjung bernama Abdul Ghafar Tanjung yang berasal dari Sibolga, Sumatera Utara. Sedangkan ibu Beliau bernama Halimah, kelahiran Cibadak, Jawa Barat.

Chairul kecil mengenyam pendidikan SD dan SMP Van Lith di daerah Gunung Sahari. Kemudian pada tahun 1981, ia meneruskan pendidikan di SMA Negeri 1 Jakarta atau yang biasa dikenal dengan SMA Boedi Oetomo, Jakarta Pusat

Masa kecil Chairul Tanjung ternyata sangat pas-pasan. Karena ayah beliau hanyalah berprofesi sebagai seorang jurnalis untuk sebuah koran kecil.

Keadaan hidup Chairul Tanjung kecil dan keluarga semakin sulit ketika perusahaan penerbitan sang ayah terpaksa tutup karena bertentangan politik dengan kebijakan Orde Baru saat itu.

Keadaan ekonomi yang serba sulit memaksa ayah Chairul Tanjung untuk menjual rumah tinggalnya.

Imbasnya mereka sekeluarga yang berjumlah 9 orang tersebut harus tinggal berdesakan dalam sebuah kamar losmen yang sempit.

Kuliah Sambil Bekerja

Meski kehidupan keluarga yang memprihatinkan, Chairul masih sempat mengeyam pendidikan sampai ke universitas.

Pada tahun 1981 setelah menamatkan sekolah di SMA Negeri 1 Jakarta, Chairul Remaja melanjutkan kuliah ke Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.

Chairul lalu bekerja sambilan sebagai penjual buku stensilan, kaos, hingga jasa fotokopi di kampus. Hal ini semata-mata adalah untuk mencari biaya tambahan guna mencukupi kebutuhan kuliahnya.

Meskipun kuliah sambil mencari uang, nyatanya Chairul Tanjung berhasil meraih prestasi yang tinggi semasa kuliah.

Chairul memperoleh predikat Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional untuk periode 1984 – 1985.

Terjun ke Dunia Bisnis

Biografi chairul tanjung, kisah hidup dan jatuh bangunnya perjalanan bisnis

Awal Chairul Tanjung terjun ke dunia bisnis adalah membuka sebuah toko yang menjual peralatan kedokteran dan laboratorium di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Namun, ternyata usaha tersebut tidak berjalan lancar dan mengalami kebangkrutan.

Chairul mencoba peruntungan bisnis lainnya, ia mencoba menggeluti bisnis di bidang kontraktor. Namun lagi-lagi usahanya tidak berjalan dengan baik.

Meski gagal, Chairul tetap berkeyakinan bahwa kelak usahanya akan membawa hasil. Ia punya prinsip, tanpa memulai bisnis, maka Anda tidak akan menjadi apa-apa. Tanpa memulai usaha, Anda tidak akan memiliki bekal, yaitu pengalaman dan ilmu.

“Kesalahan apapun yang saya lakukan itu adalah proses dan saya tahu kesalahan akan selalu datang. Dan dari situ saya belajar untuk menghindari kesalahan,” ungkap dia.

Tidak patah arang, Chairul Tanjung bersama tiga temannya lalu mendirikan usaha ekspor sepatu anak-anak dengan nama PT. Pariarti Shindutama.

Usaha ini mulai beroperasi pada tahun 1987 dengan bermodal Rp. 150 juta hasil pinjaman dari Bank Exim.

Siapa sangka, ternyata usaha ekspor sepatu ini sukses dengan banyaknya pesanan dari luar negeri. Mereka bahkan mendapatkan pesanan besar sampai 160 ribu pasang sepatu dari Italia.

Namun karena perbedaan visi dan misi, Chairul Tanjung memutuskan meninggalkan PT. Pariarti Shindutama dan membuka usaha sendiri.

Awal Kesuksesan

Kepiawaiannya sebagai pengusaha benar-benar terbukti ketika Chairul Tanjung memutuskan untuk membangun usaha sendiri.

Berkat kegigihan dan kecakapan Chairul Tanjung dalam berbisnis, usaha yang dibangun sendiri oleh suami dari Anita Ratnasari Tanjung Tanjung ini semakin berkembang.

Akhirnya, usaha ini menjadi konglomerasi dengan 3 usaha utama, yaitu keuangan, properti, dan multimedia dibawah payung Para Inti Holdindo sebagai father holding company.

Lahirnya CT Corp

Pada tanggal 1 Desember 2011, pengusaha yang pernah dijuluki “anak singkong” ini, merubah nama Para Group menjadi CT Corp yang dikenal sekarang ini.

CT Corp sendiri terdiri dari tiga anak perusahaan utama yaitu Mega Corp, CT Global Resources, dan Trans Corp. Usahanya CT Corp sendiri saat ini hampir merambah ke berbagai bidang seperti finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam.

Baca Juga:

Siapa sangka, seorang anak singkong yang dulunya tinggal berdesakan di kamar losmen sempit, kini telah menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai lebih dari USD 4 milyar. Secara global Chairul Tanjung berada di peringkat 568 orang terkaya di dunia 2019. [BH/CS]

Tinggalkan komentar