Biografi Pengusaha Sukses dari Nol di Indonesia yang Menginspirasi

Sharing is caring!

Biografi Pengusaha Sukses dari Nol ~ Seberapa besar keinginan anda untuk menjadi orang sukses? 7 kisah nyata pengusaha sukses di Indonesia berikut ini akan memberikan motivasi dalam meraih impian anda.

BisnisHandal.com, Menjadi sukses dan mendapatkan banyak uang tentu menjadi impian sebagian besar orang yang ada di muka Bumi. Namun untuk mendapatkan kesuksesan dalam hidup bukanlah perkara mudah.

Untuk meraih kesuksesan diperlukan usaha, kerja keras dan proses panjang yang berliku. Sekalipun seseorang dilahirkan di keluarga kaya ataupun miskin, untuk menjadi sukses tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Namun tidak ada yang tidak mungkin selama ada kemauan disitu ada jalan. Dan orang-orang sukses dibawah ini sudah membuktikan apa itu kesuksesan dan bagaimana cara mereka mendapatkannya.

7 Biografi Pengusaha Sukses dari Nol yang Inspiratif

Berikut ini adalah beberapa biografi pengusaha sukses dari nol di Indonesia yang bisa menjadi inspirasi dan motivasi dalam hidup anda.

1. Biografi Pengusaha Sukses Bob Sadino

kisah nyata pengusaha sukses

Bisnis : Peternakan, Pertanian, Modern Market, Properti, dan Travel

Latar Belakang

Bob Sadino atau biasa disapa Om Bob adalah pengusaha kenamaan Indonesia yang sukses berangkat dari nol.

Biografi pengusaha sukses dari nol satu ini cukup menarik untuk disimak karena kesuksesan beliau tidaklah instan, tetapi melalui jatuh bangun yang tidak mudah.

Bob Sadino lahir di Lampung pada tanggal 9 Maret 1933 dan meninggal dunia pada tanggal 19 Januari 2015. Ayahnya Sadino adalah seorang perantau dari Solo yang menjadi guru kepala di SMP dan SMA Tanjungkarang, Lampung.

Meski demikian, masa kecil Bob Sadino terbilang bercukupan sampai pada usia 19 tahun dimana kedua orang tua Bob meninggal dunia. Pada waktu itu, karena keempat kakak Bob semuanya sudah memperoleh penghasilan yang cukup mapan, masa sebagai anak bungsu ia menerima seluruh warisan dari kedua orang tuanya.

Awal Karir hingga Beralih jadi Wiraswasta

Setelah memperoleh harta warisan yang lumayan beser, Bob Sadino remaja memutuskan untuk menghabiskan warisannya tersebut untuk jalan-jalan ke luar negeri. Bon Sadino berkeliling dari negara satu ke negera lain dan menghabiskan separuh dari harta peninggalan orang tuanya.

Ia lalu memutuskan untuk menetap dan bekerja di Belanda. Di negara kincir angin inilah Bob menemukan jodohnya Soelami Soejoed, seorang wanita Indonesia yang bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan besar Belanda.

Setelah lelah bekerja sebagai karyawan di Djakarta Lloyd di Amsterdam dan Hamburg Jerman, Bob membawa keluarga kecilnya pulang ke tanah air pada tahun 1967. Pulang dari Amsterdam, Bob membawa hasil kerja kerasnya disana berupa 2 unit mobil Mercedes Benz keluaran tahun 60-an.

Setibanya di Jakarta, Bob menjual salah satu mobil kesayangannya untuk membeli sebidan tanah yang cukup luas di daerah Kemang, Jakarta Selatan. Sedangkah mobil satunya lagi dijadikan modal usaha, yaitu penyewaan mobil dengan dirinya sebagai sopir.

Jatuh Bangun

Usaha sewa mobil ini awalnya berjalan mulus, namun suatu hari Bob mengalami kecelakaan hingga mobil Mercedes Benznya jadi rusak parah. Saat itu adalah titik terendah dalam hidup seorang Bob Sadino.

Ketika mobil satunya sudah dijual dan satunya lagi tidak bisa digunakan, Bob beralih profesi menjadi buruh batu dengan penghasilan Rp. 100.

Melakoni pekerjaan kasar dengan upah yang rendah membuat Bob menjadi depresi. Syukurlah disamping keluarganya yang memberi dukungan, Bob juga dikelilingi oleh sahabat yang baik. Salah seorang sahabat Bob menyarankan dirinya agar menjadi peternak ayam untuk mengobati stress.

Awal Kesuksesan

Usaha peternakan ayam inilah yang menjadi awal keberhasilan Bob Sadino.

Dari awalnya Bob dan istri yang menjual beberapa kilogram telur per hari, lambat laun usahanya semakin berkembang hingga akhirnya Bob memiliki 5 buah perusahan besar yang sangat sukses di Indonesia.

Kelima perusahaan tersebut adalah PT. Kemang Food Industries (PT Kemfood), PT. Kem farm Indonesia, PT. Boga Catur Rata (Kem Chicks), The mansion, dan Kemang Nusantara Travel.

2. Biografi Pengusaha Sukses Chairul Tanjung

pengusaha muda sukses di Indonesia

Bisnis : CT Corp

Masa Kecil

Biografi pengusaha sukses dari nol berikutnya adalah Chairul Tanjung.

Chairul Tanjung lahir pada tanggal 16 Juni 1962 di Jakarta dari pasangan Abdul Ghafar Tanjung yang berasal dari Sibolga, Sumatera Utara, dan Halimah kelahiran Cibadak, Jawa Barat.

Masa kecil Chairul Tanjung bisa dibilang sangat pas-pasan karena ayah beliau hanyalah berprofesi sebagai seorang jurnalis untuk sebuah koran kecil. Keadaan hidup Chairul Tanjung kecil dan keluarga semakin sulit ketika perusahaan penerbitan sang ayah terpaksa tutup karena bertentangan politik dengan kebijakan Orde Baru saat itu.

Keadaan ekonomi yang serba sulit memaksa ayah Chairul Tanjung untuk menjual rumah tinggalnya dan mereka sekeluarga yang berjumlah 9 orang tersebut harus tinggal berdesakan di sebuah kamar losmen yang sempit.

Kuliah Sambil Bekerja

Meski kehidupan keluarga yang memprihatinkan, Chairul masih sempat mengeyam pendidikan sampai ke universitas.

Pada tahun 1981 setelah menamatkan sekolah di SMA Negeri 1 Jakarta, mantan Menko Perekonomian di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II ini melanjutkan kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.

Untuk memenuhi biaya hidup dan pendidikan, semasa kuliah di Universitas Indonesia, Chairul Tanjung bekerja sambilan sebagai penjual buku stensilan, kaos, hingga jasa fotokopi di kampus.

Meskipun kuliah sambil mencari uang, nyatanya Chairul Tanjung berhasil meraih prestasi yang tinggi di kampus dan memperoleh predikat Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional untuk periode 1984 – 1985.

Terjun ke Dunia Bisnis

Awal Chairul Tanjung terjun ke dunia bisnis adalah membuka sebuah toko yang menjual peralatan kedokteran dan laboratorium di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Namun ternyata usaha tersebut tidak berjalan lancar dan mengalami kebangkrutan.

Tidak patah arang, Chairul Tanjung bersama tiga temannya lalu mendirikan usaha ekspor sepatu anak-anak dengan nama PT. Pariarti Shindutama. Usaha yang dirintis pada tahun 1987 dengan bermodal Rp. 150 juta hasil pinjaman dari Bank Exim ini ternyata sukses dengan banyaknya pesanan dari luar negeri.  Mereka bahkan mendapatkan pesanan besar sampai 160 ribu pasang sepatu dari Italia.

Namun karena perbedaan visi dan misi, Chairul Tanjung memutuskan meninggalkan PT. Pariarti Shindutama dan membuka usaha sendiri.

Awal Kesuksesan

Kepiawaiannya sebagai pengusaha benar-benar diuji ketika Chairul Tanjung memutuskan untuk membangun usaha sendiri.  Berkat kegigihan dan kecakapannya dalam berbisnis, usaha yang dibangun sendiri oleh Chairul Tanjung ini makin lama makin berkembang hingga akhirnya menjadi konglomerasi dengan 3 usaha utama, yaitu keuangan, properti, dan multimedia dibawah payung Para Inti Holdindo sebagai father holding company.

Pada tanggal  1 Desember 2011, pengusaha yang pernah dijuluki “anak singkong” ini, merubah nama Para Group menjadi CT Corp yang dikenal sekarang ini. CT Corp sendiri terdiri dari tiga anak perusahaan utama yaitu Mega Corp, CT Global Resources, dan Trans Corp. Usahanya CT Corp sendiri saat ini hampir merambah ke berbagai bidang seperti finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam.

Siapa sangka, seorang anak singkong yang dulunya tinggal berdesakan di kamar losmen sempit, kini telah menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai lebih dari USD 4 milyar.

3. Biografi Pengusaha Sukses Nadiem Makarim

kumpulan biografi pengusaha sukses

Bisnis : Go-Jek

Latar Belakang

Biografi pengusaha sukses dari nol berikutnya adalah Nadiem Marakim.

Nadiem Marakim lahir di Singapura pada tanggal 4 Juli 1984 dari pasangan Nono Anwar Marakim, seorang pengacara dan aktivis berdarah Minang-Arab dan Akita Algadrie, puteri seorang pahlawan perintis kemerdekaan Indonesia.

Masa SD hingga SMA dihabiskan Nadiem dengan berpindah-pindah antara Jakarta dan Singapura. Selepas SMA, Nadiem melanjutkan kuliah di Amerika Serikat dengan mengambil jurusan International Relations di Brown University pada tahun 2002.

Setelahnya pada tahun 2006, Nadiem melanjutkan kuliah di Harvard Business School dan meraih gelar Master of Business Administration pada tahun 2009.

Pada  tahun 2006, Nadiem memulai karir sebagai konsultan manajemen di McKinsey & Company. Ia bekerja di sana sampai lulus S2. Setelah memperoleh gelar MBA, Nadiem Marakim bekerja sebagai Managing Editor di Zolora Indonesia. Nadiem juga merupakan Co-founder di perusahaan online shop  tersebut. Setelah keluar dari Zolora, Nadiem kemudian menjabat sebagai CIO (Chief Innovation Officer) di Kartuku (sekarang bernama Spots).

Awal Mula Merintis Go-Jek

Ketika masih bekerja sebagai karyawan swasta, setiap harinya Nadiem Marakim menggunakan jasa ojek pengkolan. Dari sini, Nadiem kerap mengobrol dengan para tukang ojek dan mengetahui permasalahan mereka.

Dari hasil obrolannya ini, Nadiem mengetahui bahwa profesi sebagai ojeng pengkolan sangat tidak produktif karena sebagian besar waktu mereka justru dihabiskan dengan menunggu calon penumpang daripada bekerja mengangkut penumpang.

Hal lain yang menjadi kelemahan sistem ojek konvensional ini adalah repotnya calon penumpang harus berjalan sendiri mencari tukang ojek di pangkalan.

Dari sini, Nadiem kemudian mendapatkan ide yang bisa membantu seseornag memesan ojek tanpa harus repot berjalan ke pangkalan mencari ojek dan memungkinkan tukang ojek tidak harus mangkal seharian menunggu penumpang.

Dari sini kemudian lahirlah Go-Jek yang pada awalnya masih menggunakan sistem yang sederhana, yaitu SMS, chat dan telepon.

Go-Jek Sekarang

Seiring beralihnya trend penggunaan ponsel ke smartphone, Go-Jek juga mengalami kemajuan yang signifikan. Kini pemesanan Go-Jek cukup melalui aplikasi di smartphone tanpa harus menggunakan telepon atau SMS lagi.

Pada saat ini, Nadiem Marakim telah sukses besar membesarkan Go-Jek menjadi salah satu perusahaan startup terbesar di Indonesia dan perusahaan startup Decacorn pertama di Indonesia.

Kini, bisnis Go-Jek telah jauh berkembang dari semula hanya bisnis ojek online sudah bertumbuh dengan ditambah jasa ojek mobil, jasa pengiriman makanan, jasa pengiriman barang, jasa pijit, dan berbagai usaha lainnya.

4. Biografi Pengusaha Sukses Susi Pudjiastuti

biografi pengusaha sukses di Indonesia

Bisnis : Susi Brand dan Susi Air

Latar Belakang

Susi Pudjiastuti lahir pada tanggal 15 Januari 1965 dari pasangan H. Ahmad Karlan dan Hj. Suwuh Lasminah, pasangan asli Jawa Tengah yang sudah menetap di Pangandaran selama lima generasi.

H. Ahmad Karlan adalah seorang pengusaha ternak yang kesehariannya berdagang tenak lintas propinsi.

Tidak seperti kebanyakan pengusaha sukses yang memperoleh pendidikan tinggi, Susi justru kurang beruntung karena hanya mengeyam pendidikan sampai kelas 2 SMA. Susi dikeluarkan dari SMA Negeri 1 Yogyakarta karena keaktifannya menyuarakan gerakan Golput yang mana pada waktu itu tidak sesuai dengan visi pemerintahan Orde Baru.

Putus sekolah tidak membuat Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Kerja ini menjadi patah arang. Susi lalu menjual semua perhiasan miliknya dan berhasil mengumpulkan uang sebanyak Rp. 750 ribu yang digunakan sebagai modal awal usaha.

Dengan bermodalkan Rp. 750 ribu tadi, pada tahun 1983, Susi remaja mencoba berbisnis hasil laut di Pangandaran. Disaat para remaja seusianya disibukkan dengan cinta monyet, Susi Pudjiastuti justru harus berkutat dengan amisnya ikan dan para nelayan untuk mencari uang. Susi membeli hasil laut dari nelayan setempat lalu menawarkannya ke para pengusaha restoran.

Kegigihan dalam Berbisnis

Untuk meyakinkan para pengusaha restoran membeli hasil laut darinya tidaklah mudah bagi seorang gadis remaja yang hanya tamatan SMP. Satu per satu penolakan diterimanya hingga membuat Susi nyaris putus asa.

Namun berkat kegigihan dan semangat pantang menyerah Susi lambat laun membuahkan hasil. Satu per satu pemilik restoran berhasil diyakinkan oleh Susi dan bersedia menjalin kerja sama dengan dirinya.

Lambat laun, usaha Susi Pudjiastuti akhirnya membuahkan hasil dan menjadikannya sebagai salah satu pebisnis hasil laut yang cukup diperhitungkan di daerah Pangandaran. Hingga pada tahun 1996, Susi mendirikan sebuah pabrik pengolahan hasil laut dengan bendera PT. ASI Pudjiastuti Marine Product atau Susi Brand dengan produk utamanya yaitu lobster.

Masalah baru muncul karena ternyata hasil laut harus dikirim dalam keadaan fresh. Pengiriman dengan menggunakan kapal laut yang relatif lama akan mengurangi kualitas dari produk Susi Brand dan pengiriman lewat jalur udara juga sulit mengingat biaya angkutnya relatif mahal.

Tidak menyerah, Susi lalu berhasil mendapat pinjaman modal investasi dan membeli pesawat pengangkut sendiri untuk memasarkan lobster Susi Brand miliknya baik ke dalam dan luar negeri. Usaha ini lalu diberi nama PT. ASI Pudjiastuti Aviation atau lebih dikenal dengan nama Susi Air.

Jiwa Sosial yang Berbuah Manis

Selain sebagai pengusaha yang sukses, Susi Pudjiastuti adalah seroang yang memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi.

Ketika terjadi bencana tsunami Aceh pada tahun 2004, Susi merasa iba dan memutuskan meminjamkan pesawat miliknya untuk keperluan pengiriman bantuan di Aceh.

Berawal dari pengiriman bantuan Aceh inilah, Susi Air semakin dikenal oleh masyarakat baik itu di dalam dan luar negeri.  Imbasnya maskapai Susi Air banyak menerima permintaan pengiriman barang ke berbagai daerah oleh para pengusaha perikanan yang ada di Indonesia.

Kini Susi Air telah berkembang menjadi salah satu usaha besar dengan lebih dari 40 armada pesawat yang melayani ratusan tujuan penerbangan diberbagai daerah yang ada di Indonesia. Susi Pudjiastuti adalah contoh dari biografi pengusaha sukses dari nol yang bisa menginspirasi banyak orang di Indonesia.

5. Biografi Pengusaha Sukses William Tanuwijaya

wirausahawan sukses di bidang kerajinan

Bisnis : Tokopedia

Awal yang Sulit

Biografi pengusaha sukses dari nol berikutnya adalah William Tanuwijaya.

William Tanuwijaya menghabiskan masa kecil hingga SMA di Pematang Siantar, Sumatera Utara. William lahir pada tanggal 11 November 1981 dari keluarga berdarah Tionghoa yang hidup sederhana di Sumatera Utara.

Meski demikian, sang ayah sangat peduli akan pendidikan anaknya dan dengan tabungan dan penghasilan seadanya, William diberangkatkan ke Jakarta setelah menamatkan SMA.

Karena keterbatasan dana dan harus menghemat buat biaya kuliah, William berangkat ke Jakarta dengan menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Belawan. Perjalanan ini ditempuh dalam waktu 4 hari 3 malam hingga akhirnya sampai di Pelabuhan Tanjung Priok.

William lalu menempuh pendidikan di jurusan Teknik Informatika Universitas Bina Nusantara yang terletak di Jakarta Barat.

Malangnya, ayah William hanya sanggup membiayai putranya hingga semester 2 karena kesehatannya yang menurun.

Demi melanjutkan kuliah sampai tamat, William terpaksa bekerja sampingan sebagai penjaga warnet. Sebagai penjaga warnet,  William harus bekerja selama 12 jam sehari dari jam 9 malam hingga jam 9 pagi dan selanjutnya masih ada perkuliahan yang menanti.

Masa-masa sulit tersebut akhirnya berhasil dilalui William berkat kegigihan dan kerja kerasnya.

Karir Pekerjaan

Setelah berjuang keras lantaran harus membagi waktu antara pekerjaan dan perkuliahan yang sama sekali tidak mudah, William akhirnya berhasil lulus kuliah dari Universitas Bina Nusantara. Tidak ingin menggangur lama, ia lalu aktif mengirimkan lamaran pekerjaan ke berbagai perusahaah hingga akhirnya diterima bekerja di  PT. Boleh Net Indonesia.

Selanjutnya William bekerja di beberapa perusahaan software dan game developer yang ada di Jakarta.

Membangun Tokopedia

Antara kurun waktu 2007 – 2008, William Tanuwijaya mendapatkan ide membangun Tokopedia. Ide tersebut didapatnya secara tidak sengaja karena mendengar curhatan teman yang ditipu ketika belanja barang online.

Dari sini William berpikir bagaimana menciptakan sebuah platform marketplace yang tetap menggunakan sistem online namun di sisi lain juga bisa menjamin keamanan berbelanja para konsumennya. Ide Tokopedia akhirnya lahir.

Setelah mendapatkan ide, William Tanuwijaya lalu mengajak temannya yang bernama Leontinus Alpha Edison atau Leon untuk sama-sama memulai bisnis startup yang bernama Tokopedia. Dan bertepatan pada HUT Kemerdekaan RI yang ke 64 pada tanggal 17 Agustus 2009, Tokopedia resmi lahir.

Jatuh Bangun Tokopedia hingga Hari ini

Setelah Tokopedia lahir tidak serta merta langsung menjadi besar seperti hari ini. Berbagai kesulitan dan jatuh bangun dengan keringat dan air mata pernah dilalui oleh William.

Masalah utama yang harus dihadapi adalah modal. Karena tidak memiliki cukup modal, mau tidak mau William dan Leon harus mencari investor yang mau bekerja sama dengan Tokopedia.

Tidak mudah bagi sebuah “toko jual beli online” yang pada waktu itu yang selain belum terlalu dikenal juga dianggap sebagai bisnis tanpa masa depan untuk mendapatkan suntikan modal.

Namun, berkat kegigihan dan usaha keras dalam meyakinkan investor, perlahan namun pasti Tokopedia mulai mendapatkan suntikan dana dari investor. Disamping itu, lambat laun dengan proses jual beli yang aman dan lancar, lambat laun Tokopedia semakin banyak dipergunakan sebagai media transaksi jual beli online.

Kini Tokopedia telah menjadi perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia yang melayani jutaan pembeli di seluruh Indonesia. Setidaknya saat ini ada ribuan pedagang kecil, ritel dan UMKM yang menggantungkan hidupnya lewat Tokopedia.

6. Biografi Pengusaha Sukses Elang Gumilang

kekayaan bob sadino

Bisnis : Elang Group

Latar Belakang Kehidupan

Biografi pengusaha sukses dari nol satu ini sangat menarik untuk dijadikan inspirasi sukses.

Elang Gumilang lahir di Bogor, Jawa Barat pada tanggal 6 April 1985 dari keluarga yang berkecukupan. Meski demikia, tidak membuatnya menjadi anak manja yang cenderung berfoya-foya dengan kekayaan orang tua.

Sejak kecil, Elang telah didik menjadi sosok yang mandiri oleh orang tuanya. Ia memulai usahanya ketika masih bersekolah di SMA dengan menjadi penjual donat. Hal ini karena Elang berniat mengumpulkan uang sebesar Rp. 10 juga untuk keperluan kuliah tanpa harus merepotkan orang tua.

Usaha ini pada akhirnya harus kandas di tengah jalan karena ketahuan orang tua. Tetapi tidak kehabisan akal, Elang kembali mencari jalan lain agar bisa mendapatkan uang kuliah.

Salah satunya adalah dengan mengikuti Java Economic Competition tingkat pulau Jawa dan Kompetisi Ekonomi yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia. Dari sinilah uang kuliah akhirnya terkumpul dan Elang berhasil masuk Fakultas Ekonomi Institut Pertanian Bogor tanpa tes.

Jatuh Bangun Berbisnis

Jiwa bisnis Elang kembali diuji ketika menempuh perkuliahan. Sambil menempuh pendidikan di IPB, dengan bermodalkan Rp. 1 juta, Elang nekad berdagang sepatu di kampus.

Awalnya usaha dagang sepatu sangat lancar bahkan Elang bisa mengantongi omset hingga 3 jutaan dalam sebulan. Namun lambat laun kualiatas sepatu yang dijualnya semakin menurun karena sang supplier memangkas biaya produksi. Tidak ingin konsumen kecewa, usaha ini terpaksa dihentikan.

Suatu hari, Elang yang sedang berjalan di sepanjang kampus melihat banyak sekali lampu yang di kampus yang sudah rusak. Hal ini mendorongnya untuk mendapatkan ide bisnis baru. Menjadi supplier lampu di kampus.

Dengan bermodal surat dari kampus, Elang berhasil membuat kerja sama bisnis dengan PT. Philips Indonesia dan mulai menyalurkan lampu untuk mengganti lampu yang rusak di kampus.

Usaha tersebut sukses besar dan Elang bisa mengantongi keuntungan sebesar Rp 15 juta. Namun usaha ini adalah tergantung pada lampu yang rusak. Ketika semua lampu rusak sudah diganti, usaha ini menjadi macet dan perputaran uangnya jadi sangat lambat.

Sadar akan hal itu, Elang kembali mencari bisnis lain yang perputaran uangnya cepat. Akhirnya jatuh pada usaha minyak goreng. Elang mulai memasarkan minyak goreng dari warung ke warung termasuk harus keluar masuk kampung untuk menjual minyak goreng.

Namun usaha satu ini juga terpaksa tidak diteruskan karena 80%nya menggunakan otot sehingga dikhawatirkan akan mengganggu perkuliahan.

Elang akhirnya mencari bisnis yang tidak terlalu menggunakan otot namun bisa menghasilkan uang. Akhirnya dipilihlah usaha kursus Bahasa Inggris. Usaha ini cukup bonafit karena melibatkan tenaga profesional lulusan luar negeri dan pihak kampus dengan senang hati menjadikan lembaga kursus Elang sebagai mitra kerja sama.

Bisnis ini berjalan lancar dan Elang punya banyak waktu karena usahanya sudah bisa berjalan sendiri. Dari waktu luang ini, Elang belajar mencoba bisnis baru, properti.

Memulai Usaha Properti

Saat itu intuisi bisnisnya langsung muncul dan yakin kalau usaha satu ini akan sukses nantinya.

Maka dengan modal hasil patungan dari beberapa teman, Elang mencoba bisnis properti dengan modal awal sebesar Rp. 340 juta. Target pasar yang dibidiknya adalah masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah dengan membangun RSS (Rumah Sangat Sederhana).

Rumah-rumah yang dibangunnya adalah tipe 22/60 dan 36/72 dengan harga jual berkisar Rp. 25 juta hingga Rp. 37 juta. Benar saja, usaha ini langsung laris manis dan semua unit rumah langsung habis terjual dengan sangat cepat.

Kini usaha properti yang ditekuni oleh Elang telah berbuah sangat manis. Di bawah payung Elang Group, Elang bisa memperoleh omset di atas Rp. 5 triliun dan akan terus meningkat setiap tahunnya.

Elang Gumilang saat ini telah tercatat sebagai salah satu pengusaha muda sukses di Indonesia dengan kekayaan fantastis yang membangun semuanya dari nol.

7. Biografi Pengusaha Sukses Merry Riana

Bisnis : Financial Consultan, Penulis, Motivator, dan Youtuber

Anda mungkin sudah tidak terlalu asing lagi dengan biografi pengusaha sukses dari nol satu ini karena kisah hidupnya sudah pernah difilmkan pada tahun 2014 silam dan karakternya diperankan oleh Chelsea Islan.

Kerusuhan Mei 1998

Merry Riana lahir pada tanggal 29 Mei 1980 dari pasangan Ir. Suanto Sosrosaputro dan Lynda Sanian. Orang tua Merry Riana adalah keturunan Tiongoa yang kesehariannya merupakan karyawan biasa. Sampai suatu saat, ayah Merry memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan memulai usaha sendiri.

Naas, usaha yang baru dirintis ayahnya tidak lama terpaksa harus gulung tikar karena peristiwa kerusuhan tahun 1998. Sebetulnya selepas SMA, Riana sudah mendaftarkan kuliah di Universitas Trisakti dan mengambil jurusan Teknik Elektronika.

Akibat kerusuhan besar tahun 1998, dimana hampir setiap sudut Jakarta dilanda ketegangan, kedua orang tua Riana terpaksa mengirim dirinya ke Singapura.

Hal tersebut terpaksa dilakukan bukan hanya untuk menempuh pendidikan, namun utamanya adalah demi keselamatan Riana sebagai anak tertua dan anak perempuan satu-satunya. Maklumlah pada saat itu suasana betul-betul mencekam dan banyak yang menjadi korban akibat kerusuhan.

Kuliah di Singapura

Karena ketegangan dan kondisi yang tidak memungkinkan, ayah Merry Riana hanya memiliki biaya tiket untuk memberangkatkan dirinya ke Singapura saja. Selebihnya Riana harus berusaha sendiri bertahan hidup di Singapura.

Setibanya di Singapura, setelah menimbang dan mencari informasi kesana kemari, Merry Riana akhirnya menjatuhkan pilihan pada Nanyang Technological University Singapore sebagai tempatnya kuliah.

Disini Riana mengambil jurusan Electrical and Ecelctronics Engineering (EEE) dengan harapan setelah lulus kuliah bisa membantu ayahnya yang juga seorang insinyur.

Masalah tempat kuliah akhirnya selesai. Namun masalah lebih besar sudah menanti. Hal berikutnya yang menjadi kendala adalah biaya hidup di Singapura. Riana sama sekali tidak mengantongi uang sepeserpun ditambah dengan biaya hidup di Singapura yang relatif tinggi membuatnya kembali harus memutar otak. Merry Riana akhirnya meminjam bantuan dana dari Pemerintah Singapura.

Dana yang dipinjam oleh Merry Riana dari Bank Pemerintah Singapura adalah sebesar $40.000 dengan perjanjian semua dana tersebut harus dikembalikan setelah ia lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan. Setelah dihitung dengan teliti, sebetulnya uang tersebut jika dibagi dengan masa kuliah dan berbagai keperluan, Merry Riana hanya mendapatkan uang sebesar $10 setiap minggu.

Kehidupan Memprihatinkan di Awal Kuliah

Uang sebesar $10 untuk keperluan hidup selama 7 hari di Singapura adalah jauh dari cukup. Riana kemuadian memutar otak untuk mensiasati bagaimana caranya bertahan hanya dengan bermodalkan $1.4 setiap harinya.

Pagi harinya Merry Riana sarapan hanya makan mie instan dan siang harinya ia makan 2 lembar roti tanpa selai. Malam harinya ia hanya mengantungkan nasib pada seminar. Jika ada seminar, ia akan ikut demin mendapatkan makan malam gratis. Jika tidak, Riana terpaksa menahan lapar hingga keesokan harinya.

Kehidupan yang maha berat ini dijalaninya lebih kurang selama 2 semester pada suatu titik Riana sadar ia tidak bisa terus menerus hidup dalam kondisi memprihatinkan seperti itu. Makan makanan seadanya tanpa gizi yang cukup lambat laun pasti akan merusak tubuhnya.

Merry Riana mulai mencari pekerjaan serabutan apa saja yang penting bisa menghasilkan uang. Dari mulai membagikan bosur di jalan, menjadi penjaga toko bunga, sampai pelayan di hotel semua pernah dilakoninya. Pekerjaan yang teramat berat tersebut harus dilakoninya selama 14 jam sehari tanpa istirahat.

Sampai pada akhirnya Riana menyadari bahwa meskipun sudah bekerja keras banting tulang sambil kuliah, nasibnya sama sekali belum berubah ke arah yang lebih baik.

Meraih Mimpi

Memasuki usia 20 tahun, Merry Riana membuat resolusi bahwa ia harus mendapatkan uang 1 juta dollar sebelum berusia 30 tahun. Riana sadar mimpinya yang teramat tinggi tersebut tidak bisa diraih hanya dengan bekerja serabutan sebagai tukang bagi brosur di jalanan. Satu-satunya jalan adalah dengan berbisnis.

Riana yang sama sekali buta akan bisnis lalu mulai mengumpulkan bahan informasi dari buku dan mulai melibatkan diri dalam berbagai organisasi kemahasiswaan yang berhubungan dengan bisnis.

Setelah semua teori dirasa cukup, Merry Riana mulai terjun ke duna bisnis. Awal berkecimpung di dunia bisnis, Riana membuka usaha jasa pembuatan skripsi namun ternyata hasilnya jauh dari harapan.

Tidak menyerah, Merry Riana kemudian mencoba peruntungan di bisnis MLM dengan modal $200 dan lagi-lagi susahnya merekrut member membuatnya terpaksa menyerah.

Selepas MLM, Riana mencoba bisnis yang lebih gila lagi, yaitu bermain saham. Namun tanpa pengalaman yang cukup, bisnis sahamnya juga berakhir memprihatinkan. Ia malah mengalami kerugian senilai $10.000 yang berarti segala hasil kerja kerasnya raib. Ia sekarang terpuruk dan jatuh.

Titik Balik

Sempat akan menyerah pada keadaan, Merry Riana kembali teringat akan mimpi besarnya dan mencoba bangkit dari keterpurukan. Kali ini ia mendapat tawaran dari seroang rekan untuk menjadi financial consultant yang menjual berbagai produk keuangan mulai dari asuransi, kartu kredit, deposito, tabungan, dan sebagainya.

Kali ini sebelum terjun, ia mulai belajar seluk beluk tentang keuangan dan investasi. Ditambah pengalaman akan kegagalan-kegagalan sebelumnya, membuatnya kali ini lebih gigih lagi berusaha untuk berhasil.

Lambat laun kali ini usaha keras Merry Riana betul-betul membuahkan hasil. Dalam tempo enam bulan di awal karirnya, Merry Riana berhasil melunasi semua hutangnya pada Bank Pemerintah Singapura dan tepat di tahun pertama bisnisnya, Merry Riana sudah mengantongi uang senilai $200.000 atau sekitar 1.5 Milyar Rupiah.

Kini setelah mendapatkan uang 1  juta dollarnya, Merry Riana mendirikan organisasi bernama MRO (Merry Riana Organization), sebuah perusahaan jasa keuangan dan MRO Consultancy yang bergerak di bidang pelatian dan motivasi.

Merry Riana lalu menulis kisah hidupnya dalam sebuah buku yang berjudul “Mimpi Sejuta Dollar” yang meledak di pasaran hingga diadaptasi ke film layar lebar.

Selain menulis, Merry Riana juga dikenal sebagai motivator ulung yang kerap diminta untuk memberikan motivasi sukses bagi anak muda di Indonesia.

Baca Juga:

Kisah nyata pengusaha sukses diatas mengajarkan kita bahwa menjadi sukse situ memang perlu usaha dan kerja keras yang tidak mudah. Namun kita juga tidak boleh lupa bahwa selama kita berusaha disitu akan ada jalan. Apalagi mereka sudah terlebih dahulu membuktikannya. Jika mereka bisa, kenapa kita tidak bisa seperti mereka? [BH/HT]

Tinggalkan komentar