8 Trik Jitu Dalam Menjalankan Bisnis Frozen Food untuk Pemula

Sharing is caring!

Bisnis Frozen food ~ Bagaimana cara memulai usaha makanan beku? Dan apa yang harus dipersiapkan sebelum memulai usaha frozen food? Temukan jawabannya di bawah ini!

BisnisHandal.com, Hingga saat ini, bisnis makanan atau kuliner memang masih menjadi primadona karena pangsa pasarnya yang begitu potensial.

Disamping itu, bisnis kuliner juga memiliki banyak jenis dan varian yang bisa disesuaikan dengan kondisi budget dan passion anda.

Dari sekian banyak jenis bisnis kuliner yang ada, belakangan ini bisnis frozen food atau makanan beku cukup menggeliat.

Apalagi dengan adanya pandemi Virus Corona atau Covid-19 yang menyebabkan sebagian orang mengurangi aktivitasnya di luar rumah. Salah satunya adalah berbelanja makanan maupun bahan makanan.

Untuk memulai usaha yang menjual makanan beku ini memang susah susah gampang. Karena makanan beku atau frozen food ini adalah makanan yang tidak tahan berlama-lama berada di suhu ruang. Jadi perlu strategi khusus agar bisa menjadikan bisnis ini maju dan berkembang.

8 Trik dan Strategi dalam Bisnis Frozen food Untuk Pemula

Berikut ini adalah 8 trik dan strategi yang bisa anda terapkan dalam memulai usaha makanan beku atau frozen food.

1. Menentukan Jenis Frozen food yang Akan Dijual

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum memulai bisnis frozen food adalah menentukan jenis frozen food yang akan dijual.

analisa bisnis frozen food

Ada banyak sekali pilihan frozen food yang ada di pasaran dan beberapa diantaranya layak anda pertimbangkan untuk usaha.

Yang pertama adalah jenis frozen food siap saji yang bisa dimasak dengan digoreng, direbus, dikukus atau dikombinasikan dengan makanan lainnya. Contohnya adalah sosis, nugget, bakso, siomay, otak-otak, kentang goreng, pempek, risoles, dan lain-lain.

Berikutnya yang tidak kalah larisnya adalah jenis frozen food yang tinggal dipanaskan sebelum dimakan. Yang termasuk dalam kategori ini adalah rendang, aneka masakan ayam, sambal goreng cumi asin, sambal teri asin pete, dan lain-lain.

Jenis frozen food berikutnya yang juga bisa anda pertimbangkan untuk usaha adalah aneka protein siap olah dalam bentuk frozen food. Contohnya adalah daging beku, ayam beku, ikan beku, udang beku, daging kepiting beku, scallop, dan lain-lain.

Jadi ada banyak sekali jenis frozen food yang bisa anda jual tergantung mana yang paling cocok untuk anda jadikan ladang usaha.

2. Produksi Sendiri atau Ada Produsen

Hal berikutnya yang perlu anda putuskan sebelum memulai bisnis frozen food adalah memilih akan memproduksi sendiri makanan tersebut akan melalui sistem reseller.

Jika anda memilih bisnis reseller frozen food dari agen atau produsen tertentu, tentunya anda tidak perlu repot untuk memikirkan brand dan kualitas makanan itu sendiri.

Untuk mendapatkan agen atau produsen juga sangat mudah karena pada saat ini banyak sekali agen yang menawarkan kemitraan usaha frozen food dengan sistem yang baik.

Jika anda menjalankan waralaba frozen food dengan merk ternama juga akan lebih mudah karena tidak memerlukan banyak biaya promosi.

Akan tetapi, keuntungan yang anda dapat tentu tidak begitu besar karena sudah ada standar harga yang ditetapkan.

Beda halnya jika anda memproduksi sendiri. Memang anda perlu mempersiapkan mulai dari jenis makanan, kualitas, hingga brand sendiri. Tetapi keuntungan yang anda dapatkan juga akan lebih besar karena tidak tergantung pada harga agen atau produsen.

3. Memilih Metode atau Strategi Pemasaran Frozen food

Setelah menentukan jenis frozen food dan produksi, berikutnya yang perlu anda pertimbangkan sebelum memulai bisnis frozen food adalah metode pemasarannya.

 Ada dua metode pemasaran yang bisa anda terapkan, yaitu dengan penjualan secara online maupun offline.

Jika anda memilih metode pemasaran secara offline, maka anda bisa menjualnya secara langsung dengan membuka toko atau outlet ataupun bisa dititipkan di warung.

Selain itu, anda juga bisa memasarkan frozen food ini dengan cara online. Yaitu dengan memanfaatkan situs marketplace, lewat sosial media, atau melalui blog atau website sendiri.

Untuk memasarkan frozen food secara online, anda perlu memastikan terlebih dahulu waktu pengiriman, daya tahan makanan anda, dan seberapa panjang masa kadaluarsanya.

Hal ini bertujuan agar frozen food yang anda pasarkan ini akan tetap berkualitas ketika sampai ke tangan konsumen.

4. Mempersiapkan Kemasan Frozen food

Dalam menjalankan bisnis frozen food, kemasan makanan adalah hal yang sangat penting. Terlebih lagi jika anda menjualnya secara online melalui jasa pengiriman darat atau udara.

kemitraan usaha frozen food

Kemasan makanan frozen food selain harus kuat untuk melindungi makanan yang ada di dalamnya, juga harus bisa menjaga suhunya agar tetap lembab ketika dalam perjalanan ke konsumen. Oleh karena itu kemasan seperti styrofoam dan sejenisnya bisa dipertimbangkan tergantung pada jenis makanannya.

Untuk beberapa jenis frozen food, sebelum packaging, anda bisa mengemasnya dengan menggunakan vacuum sealed agar lebih tahan lama.

5. Mempersiapkan Kulkas atau Freezer

Dalam menjalankan bisnis frozen food, anda wajib mempersiapkan kulkas atau freezer tergantung besar kecilnya volume usaha anda.

Keberadaan kulkas atau freezer sangat penting untuk mempersiapkan makanan anda sebelum diantarkan ke konsumen. Selain itu, kulkas atau freezer juga dibutuhkan untuk menyimpan atau stok produk dagangan anda.

Jadi jika anda hendak membuka usaha frozen food, pastikan memasukkan kulkas atau freezer sebagai salah satu prioritas utama dari modal usaha.

6. Membuka Usaha Frozen food

Jika semua persiapan telah dilakukan, kini saatnya untuk memulai bisnis frozen food anda.

Untuk anda yang membuka usaha ini secara offline, maka anda mungkin perlu untuk membagikan brosur atau selebaran untuk menginformasikan keberadaan toko anda. Jika tidak, maka promosi lewat sosial media juga sudah cukup efektif.

Sama halnya jika anda membuka usaha ini secara online. Maka pilihlah platform yang menurut anda paling tepat. Bisa dengan memanfaatkan situs jual beli online, website atau blog, sosial media atau gabungan dari semuanya.

Karena toko yang sifatnya online adalah fleksibel. Jadi anda bisa berjualan dengan memanfaatkan platform yang ada semaksimal mungkin.

Bahkan banyak pedagang online yang berjualan di beberapa situs jual beli online yang memiliki banyak pengunjung sekaligus. Hal tersebut malah bagus karena akan memperbesar peluang terjadinya transaksi.

7. Cepat Tanggap Terhadap Keluhan Konsumen

waralaba frozen food

Dalam menjalankan bisnis frozen food, terutama jika anda berjualan secara online, maka anda akan mendapatkan banyak respon dari konsumen.

Respon tersebut tidak hanya berupa pertanyaan mengenai produk yang anda pasarkan, tetapi bisa juga berupa keluhan dari konsumen yang tidak puas.

Dalam menghadapi keluhan konsumen, anda harus menghadapinya dengan kepala dingin. Evaluasi letak kesalahannya di mana untuk perbaikan di masa yang akan datang.

Terkadang masukan dan keluhan konsumen sangat dibutuhkan dalam kelangsungan usaha. Dengan masukan dan keluhan tersebut, akan ada perbaikan-perbaikan hingga menjadi usaha yang tidak mengecewakan konsumen.

8. Berinovasi dan Mengembangkan Usaha Frozen food

Dalam menjalankan bisnis apapun itu, inovasi adalah wajib. Dengan adanya inovasi, anda berpeluang untuk membuat usaha anda maju dan lebih berkembang.

Inovasi juga sangat diperlukan untuk mencapai kepuasan pelanggan dan meningkatkan penjualan.

Jadi, ketika usaha anda sudah semakin maju, segeralah berinovasi agar tetap bisa survive untuk waktu yang lama.

Baca Juga:

Dengan strategi bisnis yang baik, perencanaan yang matang, dan passion yang tinggi, maka kedepannya usaha frozen food anda akan mampu menjadi usaha yang menguntungkan. [BH/CS]

Tinggalkan komentar