Arti dan Cara Kerja Dropship Beserta Keuntungan dan Kekurangannya

Sharing is caring!

Cara Kerja Dropship ~ Apakah itu dropship dan bagaimana cara kerjanya? Apakah sistem dropship aman bagi pemula? Berikut ulasannya!

BisnisHandal.com, Untuk anda yang sudah terbiasa berjualan barang secara online, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah dropship. Meski demikian, untuk anda yang baru berkecimpung di bidang bisnis online mungkin akan sedikit bingung mengenai apa itu dropship, apalagi cara kerjanya.

Nah, untuk anda yang masih baru dalam perdagangan online, alangkah baiknya mengetahui cara kerja dari dropship beserta keuntungan dan kelemahannya. Selain bisa menambah ilmu, menerapkan sistem dropship dalam bisnis online juga merupakan pilihan yang cerdas dan menguntungkan, terutama untuk anda yang memiliki modal terbatas untuk usaha.

Apa itu Dropship?

Pengertian dropship adalah salah satu metode dalam jualan online di mana penjual menyerahkan proses pengemasan dan pengiriman produk sepenuhnya kepada pihak supplier.

Jadi dalam dropship, penjual hanya bertugas memasarkan produk ke konsumen saja. Setelah ada kesepakatan transaksi, supplier lah yang bertugas mengemas dan mengirimkan produk kepada konsumen sesuai dengan permintaan penjual.

Dalam kebanyakan transaksi dropship, penjual baru membayarkan uang kepada supplier setelah barang diterima oleh pembeli. Namun terkadang ada juga penjual yang membayar supplier sesaat setelah pengiriman barang.

Untuk orang atau subjek yang memasarkan produk secara dropship, kita menyebutnya sebagai dropshipper.

Baca: Cara Menjadi Dropshipper Bisnis Online dengan 9 Langkah Mudah

Cara Kerja Dropship

Dalam penjualan online dengan cara kerja dropship, ada 3 pihak yang saling berkaitan, yaitu penjual atau dropshipper, supplier, dan pembeli.

contoh dropship

Penjual akan terhubung secara langsung kepada supplier maupun pembeli. Hubungan antara penjual dan pembeli adalah ketika proses transaksi jual beli. Sedangkan hubungan antara penjual dan supplier adalah dalam proses permintaan barang yang dibutuhkan oleh pembeli.

Untuk supplier dan pembeli sendiri tidak ada hubungan atau kontak secara langsung. Tugas supplier hanyalah mengirimkan produk kepada konsumen dan tidak boleh menunjukkan identitasnya kepada pembeli.

Alur Kerja Dropship

Untuk lebih jelasnya, seperti ini alur kerja dropship.

  1. Penjual memasarkan barang secara online hanya mengandalkan foto produk saja tanpa membeli barang dari supplier terlebih dahulu.
  2. Pembeli membeli barang dari penjual, mengirimkan sejumlah uang dan memberikan alamat tujuan pengiriman kepada penjual.
  3. Penjual menghubungi supplier dan meminta pengiriman produk yang diminta oleh pembeli dan memberikan alamat pembeli kepada supplier.
  4. Supplier mengemas dan mengirimkan produk kepada pembeli sesuai dengan alamat dengan mengatasnamakan penjual sebagai pihak pengirim.
  5. Pembeli menginformasikan kepada penjual bahwa barang sudah diterima dengan baik tanpa adanya kekurangan atau complain.
  6. Penjual membayarkan uang kepada supplier sesuai dengan harga kesepakatan transaksi.

Perbedaan Dropship dengan Reseller

Banyak yang mengira bahwa antara dropship dan reseller itu sama saja. Padahal kenyataannya kedua hal ini sangatlah jauh berbeda. Perbedaan antara keduanya bisa dari segi stok barang, modal usaha, risiko, keuntungan, maupun pemasaran.

Untuk lebih jelasnya, silahkan cek ulasan mengenai perbedaan dropship dan reseller.

Keuntungan Penjualan Online Sistem Dropship

Penjualan online dengan sistem dropship memberikan pedagang online banyak keuntungan antara lain sebagai berikut.

1. Tidak Memerlukan Modal

Secara harfiah, penjualan online dengan cara kerja dropship memberikan kesempatan para pedagang online untuk bisa berdagang tanpa harus keluar modal sama sekali.

Para dropshipper hanya menjajakan foto produk di berbagai platform online dan ketika ada transaksi mereka tinggal menghubungi supplier. Pembayaran kepada supplier pun bisa dilakukan setelah selesai transaksi atau penjual sudah menerima uang dari pembeli.

Dengan sistem demikian, maka siapa pun bisa menjadi seorang dropshipper, termasuk anda yang tidak memiliki modal sama sekali.

2. Tidak Ada Risiko Produk Tidak Laku atau Penumpukan Stok Barang

Hal yang paling ditakutkan oleh pedagang konvensional dalam berjualan adalah barang tidak laku atau stok barang yang menumpuk.

apa itu dropship

Semakin banyak barang yang tidak laku, maka aliran cashflow pun akan semakin terhambat karena uang tidak bisa diputar.

Berbeda dengan penjualan sistem konvensional, penjualan dengan dropship sama sekali tidak perlu takut akan produk yang tidak laku atauu stok yang terlalu banyak menumpuk. Karena memang tidak harus stok barang terlebih dahulu.

3. Tidak Perlu Mengemas dan Mengirimkan Produk

Keuntungan dropship berikutnya adalah menghemat waktu dan tenaga dalam mengemas dan mengantarkan produk kepada kurir pengiriman.

Seorang dropshipper hanya perlu meneruskan informasi mengenai pesanan produk dan alamat pengiriman kepada supplier. Berikutnya supplier yang akan mengambil alih tanggung jawab mempersiapkan produk, mengemas, dan mencari kurir yang tepat untuk mengirimkannya.

Kekurangan Penjualan Online Sistem Dropship

Meskipun memiliki beberapa poin kelebihan yang menarik, ternyata penjualan dengan sistem dropship juga memiliki beberapa kekurangan dan kelemahan, antara lain sebagai berikut.

1. Lemah dalam Pengendalian Kualitas atau Mutu

Karena barang akan langsung dikemas dan dikirim oleh supplier kepada konsumen, otomatis penjual tidak bisa ikut serta dalam quality control.

Dengan lemahnya pengendalian kualitas atau mutu, bisa saja barang dari supplier ini tidak sesuai dengan pesanan pembeli. Misalnya spesifikasi, jumlah, atau jenis produk yang tidak sesuai pesanan. Atau produk yang sampai ke konsumen malah yang kualitasnya lebih murah.

Hal-hal seperti ini akan sangat merugikan penjual karena akan mendapatkan review yang buruk dari pembeli dan menurunkan tingkat kepercayaan konsumen terhadap sebuah toko online.

2. Rawan Mendapat Komplain dari Pembeli

Berkaikan dengan poin pertama di atas tadi, lemahnya pengendalian mutu barang dari penjual akan berakibat yang lebih fatal daripada review yang buruk. Misalnya komplain dari pembeli.

Karena ketidaksesuaian pesanan dengan barang yang datang, pembeli bisa saja marah dan yang paling buruk akan membatalkan pesanan dan meminta uang kembali. Jika itu terjadi, maka akan seorang dropshipper akan sangat kerepotan.

Oleh karena itu, anda jangan sembarang memilih supplier. Pastikan terlebih dahulu supplier yang anda pilih adalah yang paling terpercaya dan memiliki reputasi yang baik dalam melayani penjualan online.

3. Keuntungan Tidak Bisa Terlalu Besar

Dalam penjualan dengan cara kerja dropship, anda tidak bisa menjual produk dengan harga yang terlalu mahal atau mengambil margin keuntungan yang terlalu tinggi.

Biasanya seorang dropshipper hanya menaikkan harga sedikit saja dari harga produk dari supplier. Misalnya dropshipper menjual sebuah barang dengan harga Rp 50.000, maka dropshipper bisa menjualnya seharga Rp 55.000 atau Rp 60.000.

Jika dropshipper menjualnya dengan harga yang lebih tinggi, maka kemungkinan toko onlinenya akan menjadi sepi. Langganan bisa saja lari ke kompetitor atau bisa jadi mereka menemukan si supplier dan membelinya secara langsung ke supplier dengan harga lebih murah .

Baca: Cara Mendapatkan Supplier Dropship Terpercaya dari Tangan Pertama

Semoga pembahasan mengenai alur dan cara kerja dropship beserta keuntungan dan kekurangannya bisa membantu anda memahami apa itu dropship sebelum terjun untuk berjualan online. [BH/CS]

Tinggalkan komentar