5 Cara Menentukan Harga Jual Agar Produk Laris dan Untung Besar

Sharing is caring!

Cara Menentukan Harga Jual ~ Bagaimana cara yang tepat dalam menentukan harga jual suatu barang atau jasa agar mendapatkan keuntungan yang maksimal?

BisnisHandal.com, Dalam menjalankan usaha perdagangan, menentukan harga jual produk adalah elemen yang sangat penting.

Meskipun dalam bisnis jual beli ada kecenderungan untuk menjual barang atau jasa dengan harga yang setinggi-tingginya untuk mendapat keuntungan yang maksimal. Kita tentu tidak boleh asal dalam menentukan harga jual.

Jika harga jual sebuah produk terlalu tinggi, maka pelanggan sudah pasti akan lari ke kompetitor yang menawarkan harga yang lebih murah.

Sebaliknya, jika harga produk yang ditawarkan terlalu rendah, keuntungan yang anda dapat juga akan menjadi sedikit.

Apalagi menjual barang dengan harga lebih murah belum tentu akan lebih laris. Bisa saja konsumen malah menganggap brang tersebut adalah produk black market, barang mendekati kadalursa, barang rekondisi, barang KW, dan sebagainya.

Maka dari itu, perlu ketelitian dan kehati-hatian dalam menentukan harga jual sebuah produk. Apalagi anda yang berjualan produk makanan atau menjadi reseller produk online yang memiliki banyak kompetitor.

Baca: Cara Menghitung HPP untuk Bisnis Makanan yang Mudah dan Akurat

5 Cara Menentukan Harga Jual Produk untuk Reseller atau Pedagang Ritel

Berikut ini adalah beberapa metode yang biasa dipergunakan dalam menghitung dan menentukan harga jual dari produk barang atau jasa.

1. Harga Keystone

Harga keystone atau keystone pricing adalah salah satu metode dari pedagang retail untuk menentukan harga jual dengan cara menaikan harga sebanyak 2x lipat dari harga modal.

Dengan kata lain, besarnya keuntungan yang didapat ketika pedagang menerapkan harga keystone adalah 100% keuntungan.

Sebagai contoh, jika harga modal sebuah barang adalah Rp 100.000, maka harga keystonenya adalah Rp 200.000.

Harga keystone adalah cara termudah dalam penentuan harga jual barang karena tinggal mengalikan harga modal dengan dua kali lipatnya. Keuntungan yang didapat oleh pedagang juga berlipat ganda.

Selain itu, dengan menerapkan harga keystone, semua pembukuan atau perhitungan rugi laba menjadi sangat mudah.

cara menghitung harga jual makanan ringan

Akan tetapi, penerapan harga keystone sangat riskan karena tidak semua produk dagangan akan cocok dengan metode ini.

Biasanya harga keystone hanya cocok untuk pedagang produk fashion yang mendapatkan barang murah langsung dari pabriknya.

Sedangkan untuk produk lain, apalagi retailer atau reseller dan dropship online tidak cocok menerapkan cara ini karena harga jual menjadi sangat tinggi.

2. Harga Markup

Harga markup atau markup pricing adalah metode menentukan harga jual dengan menambahkan sekian persen dari harga modal atau harga pembelian bahan baku.

Cara menentukan harga jual dengan metode markup pricing adalah yang paling umum dalam usaha perdagangan. Biasanya harga markup ini dipakai oleh pedagang eceran, baik pedagang makanan, toko kelontong, atau usaha ritel lainnya.

Rumus perhitungan harga markup adalah sebagai berikut.

Harga Jual = Harga Modal + (Harga Modal x Persen Markup)

Sebagai contoh, misalnya ada pedagang ingin mendapatkan 20% keuntungan dari penjualan sebuah kerajinan tangan yang modalnya adalah Rp 20.000. Maka harga jualnya adalah:

Harga Jual = Rp 20.000 + (Rp 20.000 x 20%) = Rp 30.000.

Ini berarti dengan markup sebesar 20% tadi, pedagang akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 30.000 – Rp 20.000 = Rp 10.000.

3. Harga Margin

Harga margin atau margin pricing adalah kebalikan dari perhitungan harga markup. Jika harga markup menghitung besarnya harga jual, maka harga margin menghitung besarnya persentase keuntungan dari harga jual yang telah ada.

Harga margin bisa digunakan jika ada pedagang yang telah menetapkan harga jual suatu produk dan ingin mengetahui berapa persen margin keuntungan dari produk tersebut.

Berikut ini adalah rumus untuk menghitung margin.

Margin = (Harga Jual – Harga Modal) / Harga Jual

Untuk lebih jelasnya, misalnya ada pedagang reseller tas yang mendapatkan tas tersebut dengan modal Rp 100.000. Lalu tas tersebut ia jual dengan harga Rp 125.000, maka perhitungan marginnya adalah sebagai berikut.

Margin = (Rp 125.000 – Rp 100.000) / Rp 125.000 = 20%.

4. Harga Jual yang Dianjurkan Pabrik/Manufacturer Suggested Retail Price (MSRP)

rumus menentukan harga jual makanan

Cara menentukan harga jual produk berikutnya adalah dengan mengikuti skema harga jual yang dianjurkan oleh pabrik atau istilahnya Manufacturer Suggested Retail Price (MSRP).

Biasanya untuk beberapa produk, seperti makanan dalam kemasan, obat-obatan, atau produk pembersih rumah tangga, sudah ada harga yang dianjurkan oleh produsen atau pabrik.

Umumnya para pedagang ritel hanya mengikuti harga jual tersebut. Akan tetapi, mereka juga diberikan privilege untuk menaikkan atau menurunkan harga MSRP tersebut apabila dirasa kurang cocok.

Misalnya ada pedang yang berlokasi jauh dari kota sehingga biaya pengiriman produk menjadi lebih mahal. Jadi pedagang tersebut bisa menaikkan harga jual dari harga MSRP sebagai kompensasi dari biaya pengiriman yang mahal tersebut.

5. Harga Jual yang Ditentukan Pembeli

Cara menentukan harga jual barang yang terakhir adalah penentuan harga jual yang sepenuhnya diserahkan kepada pembeli.

Proses penentuan harga barang oleh pembeli adalah kasus yang amat jarang terjadi. Biasanya ini terjadi karena pedagang ingin jualan sekaligus beramal atau menghabiskan stok barang dagangan. Jadi pembeli disuruh membayar semampu atau seikhlasnya mereka.

Karena proses penentuan harga jual oleh pembeli, bisa saja produk tersebut dihargai oleh pembeli lebih tinggi atau lebih rendah dari modal atau bahan baku produksinya. Dengan demikian, pedagang jangan berekspektasi mendapatkan keuntungan jika menerapkan cara penentuan harga satu ini.

Baca: 8 Cara Sukses Jualan Online Paling Laris Untuk Pemula yang Dari Nol

Apapun metode penentuan harga jual yang anda pergunakan, sebaiknya pertimbangkan dengan seksama berdasarkan produk yang anda jual. Karena penentuan harga jual antara produk yang satu dengan yang lainnya akan sangat berbeda. [BH/CS]

Tinggalkan komentar