Cara Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) untuk PPh 21

Sharing is caring!

Cara Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak ~ Sebelum membayar Pajak Penghasilan (PPh Pasal 21), alangkah baiknya kita bisa menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Bagaimana caranya?

BisnisHandal.com, Pajak Penghasilan adalah pajak yang dibebankan kepada orang pribadi atau badan atas penghasilan yang ia dapatkan dalam satu tahun pajak. Penghasilan ini bisa berupa gaji, komisi, keuntungan usaha, honor, bunga investasi, dan sejenisnya.

Dalam Pajak Penghasilan, kita mengenal Penghasilan Kena Pajak (PKP) dan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) adalah penghasilan yang dibebaskan dari perhitungan Pajak Penghasilan (PPh 21) karena dianggap sebagai pendapatan untuk memenuhi kebutuhan dasar wajib pajak dan keluarga.

Sebagai wajib pajak, sangat dianjurkan bagi anda untuk mengetahui bagaimana cara menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) agar bisa membayar Pajak Penghasilan dengan jumlah yang sesuai.

Tabel Besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Sebelum mempelajari bagaimana cara menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), terlebih dahulu anda harus mengetahui tabel besaran PTKP yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

cara menghitung ptkp brainly

Berikut ini adalah besaran PTKP yang ditetapkan oleh pemerintah yang telah berlaku sejak tahun 2016 hingga saat ini.

PTKP2016 – Sekarang
TK/0Rp 54.000.000
K/0Rp 58.500.000
K/1Rp 63.000.000
K/2Rp 67.500.000
K/3Rp 72.000.000
Keterangan:
TK/0 = Lajang tanpa tanggungan (anak)
K/0 = Kawin tanpa tanggungan (anak)
K/1 = Kawin dengan 1 tanggungan (anak)
K/2 = Kawin dengan 2 tanggungan (anak)
K/3 = Kawin dengan 3 atau lebih tanggungan (anak)

Baca: Syarat Membuat NPWP Pribadi Beserta Fungsi dan Kegunaannya

Cara Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Yang menjadi parameter dalam menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) adalah status perkawinan, penghasilan istri, dan jumlah anak (tanggungan) dari wajib pajak.

Berdasarkan parameter tersebut, maka untuk menghitung besarnya PTKP akan ditentukan berdasarkan kategori sebagai berikut.

Jumlah TanggunganLajangKawinPTKP Digabung (Suami Istri)
0TK/0K/0K/I/0
1TK/1K/1K/I/1
2TK/2K/2K/I/2
3TK/3K/3K/I/3

Perhitungan pajak satu keluarga idealnya adalah satu kesatuan ekonomi atau satu NPWP. Namun untuk sebagian kasus, terkadang akan mendapati baik suami dan istri sama-sama berpenghasilan tetap dan memiliki NPWP.

Jika seperti ini, maka tanggungan akan dibebankan semuanya kepada suami (kepala keluarga) atau bisa digabung antara keduanya. Bisa ambil kolom tabel “Kawin” atau “PTKP Digabung”.

Untuk tanggungan setiap keluarga adalah maksimal 3 orang. Jika ada satu keluarga yang memiliki anak lebih dari 3, maka akan tetap dihitung 3 orang.

Contoh Soal Perhitungan PTKP

Berikut ini adalah contoh kasus perhitungan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Hilman adalah seorang seorang lajang yang bekerja di sebuah perusahaan konstruksi di Jakarta. Ia mulai bekerja pada tahun 2016 dan sudah memiliki NPWP.

Dengan demikian, besarnya PTKP dari Hilman pada tahun 2016 adalah TK/0 = Rp 54.000.000.

Setahun kemudian, Hilman menikah dengan seorang mahasiswi yang tidak bekerja dan tidak memiliki NPWP bernama Maya.

Maka, pada tahun 2017, besarnya PTKP dari Hilman juga berubah menjadi K/0 = Rp 58.500.000. (Lihat tabel PTKP di atas).

Pada tahun 2018, Maya melahirkan seorang putra sehingga besarnya PTKP Hilman sekarang berubah menjadi K/1 = Rp 63.000.000.

Tahun 2019, Maya yang telah lulus kuliah diterima bekerja sebagai karyawan di restoran cepat saji. Saat itu, Maya telah memiliki penghasilan tetap sebagai karyawan restoran cepat saji.

Lalu berapa jumlah PTKP untuk keluarga Hilman pada tahun 2019?

Perhitungan paling mudahnya adalah dengan menggabungkan PTKP milik Hilman dan Maya.

Besarnya PTKP Hilman tahun lalu adalah Rp 63.000.000. Sekarang status PTKP Maya bisa dianggap sebagai TK/0 karena status K/1 telah dibebankan kepada Hilman. Maka besarnya PTKP Maya adalah Rp 54.000.000.

Jadi besarnya PTKP untuk keluarga Hilman pada tahun 2019 adalah Rp 63.000.000 +  Rp 54.000.000 = Rp. 117.000.000.

Baca: 3 Cara Menghitung Persen Bunga Pinjaman Kredit dan Contoh Soalnya

Manfaat Mengetahui PTKP

Lalu apa manfaatnya bagi kita setelah mengetahui besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak?

Setelah mengetahui cara menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), tentunya anda sendiri bisa menghitung apakah besarnya penghasilan anda selama setahun berada di bawah atau di atas PTKP.

Sebagai contoh, Anwar bekerja sebagai operator mesin bubut dengan penghasilan Rp 3.000.000 sebulan (sudah termasuk tunjangan lembur dan lain-lain). Anwar memiliki seorang istri yang tidak bekerja dan seorang anak berumur 2 tahun.

Jadi besarnya penghasilan Anwar dalam setahun adalah Rp 36.000.000. Karena status Anwar adalah K/1, maka PTKP Anwar adalah Rp 63.000.000.

Karena penghasilan setahun Anwar lebih kecil daripada PTKP, maka gaji Anwar tidak akan dipotong oleh perusahaan untuk PPh 21 dan Anwar juga bebas dari PPh 21.

Cara Menghitung Besarnya PPh 21 Terutang

Penghasilan Tidak Kena Pajak TK KK i

Jika ternyata besarnya penghasilan anda adalah melebihi nilai Penghasilan Tidak Kena Pajak, maka anda berkewajiban membayarkan pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Adapun cara menghitung besarnya PPh 21 untuk karyawan tetap bisa dengan contoh soal sebagai berikut.

Aditya adalah seorang karyawan bagian marketing di sebuah perusahaan jasa di Jakarta dengan gaji sebulan sebesar Rp 10.000.000. Aditya telah menikah selama setahun dan belum memiliki anak. Istri Aditya adalah seorang ibu rumah tangga yang tidak bekerja.

Berapakah besarnya PPh 21 yang harus dibayarkan oleh Aditya setiap bulannya?

Jawaban:

Gaji Pokok = Rp 10.000.000

Pengurang:

Biaya Jabatan (5%) = Rp 500.000

Iuran Pensiun = Rp 100.000

Total Pengurang = Rp 600.000

Penghasilan Netto = Gaji Pokok – Pengurang (Rp 10.000.000 – Rp 600.000) = Rp 9.400.000.

Penghasilan Netto/tahun =  Rp 9.400.000 x 12 = Rp 112.800.000.

PTKP Setahun

Status kawin, istri tidak bekerja, tidak ada anak: (K/0) = Rp 58.500.000.

Penghasilan Kena Pajak = Penghasilan Netto Setahun – PTKP Setahun = Rp Rp 112.800.000 – Rp 58.500.000 = Rp 54.300.000.

PPh Pasal 21 Terutang

PPh 21 Terutang = (5% x Rp 50.000.000) + (15% x Rp 4.300.000)

= Rp 2.500.000 + Rp 645.000

= Rp 3.145.000.

PPh Pasal 21 sebulan = Rp 3.145.000 : 12 = Rp 262.083.

Baca: 4 Cara Cek Nomor NPWP Online atau Offline untuk Melihat Status Aktifnya

Dengan mengetahui cara menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), maka anda akan dengan mudah mengetahui besarnya PPh 21 yang harus anda bayarkan setiap tahunnya. [BH/CS]

Tinggalkan komentar