Kisah JK Rowling, Dari Kegagalan Menuju Kesuksesan Berkat Harry Potter

Sharing is caring!

JK Rowling, BisnisHandal.com ~ Tahukah anda, sebelum menjadi penulis tersukses di dunia, ternyata masa lalu JK Rowling tidaklah semulus seperti larisnya buku Harry Potter. Ada banyak cobaan hidup dan kegagalan demi kegagalan yang menghantamnya di masa lalu. Seperti apa kisahnya?

Siapa yang hari ini tidak mengenal Harry Potter? Sang penyihir fenomenal ini lahir berkat tangan dingin seorang perempuan Inggris bernama JK Rowling.

Siapa sangka, di balik suksesnya Harry Potter ada kisah hidup menyedihkan dari penulisnya JK Rowling. Sempat dihantam kesedihan demi kesedihan ditinggal orang-orang terkasih, kegagalan demi kegagalan yang seperti enggan menjauh dari dirinya, kini JK Rowling sukses membuktikan bahwa gagal adalah sukses yang tertunda.

Kisah JK Rowling, Berawal dari Kegagalan dan Ditutup Dengan Kesuksesan

Masa Kecil yang Bahagia

JK Rowling lahir di sebuah kota kecil di Yate, Gloucestershire, Inggris pada tanggal 31 Juni 1965. Ayahnya bernama Peter James Rowling adalah seorang insinyur di perusahaan Rolls-Royce. Sedangkan ibu JK Rowling bernama Anne Rowling adalah sebuah teknisi sains berdarah Perancis dan Skotlandia.

Pada usia 4 tahun, Joanne, begitu JK Rowling disapa bersama keluarga pindah ke sebuah desa dekat Winterbourne.

Sejak kecil Joanne Rowling adalah pecinta dongeng yang lebih banyak hidup di dunia khayalan. Dongeng pertama ciptaannya berkisah tentang seekor kelinci yang menderita penyakit campak.

Keluarga Joanne, terutama sang adik adalah pendengar dongengnya yang paling setia.

JK Rowling kecil mengalami masa-masa paling bahagia dalam hidupnya bersama keluarga utuh dan seorang nenek.

Hidup di Dunia Dongeng Saat Remaja

jk rowling quotes
jk rowling net worth
JK Rowling pada saat launching Harry Potter and the Cursed Child

Joanne bersekolah di sebuah sekolah dasar di St. Michael. Mata pelajaran yang paling disukainya adalah sastra karena disinilah ia bisa meyalurkan kegemarannya sebagai penulis cerita.

Meski demikian, teman-teman sekolah banyak yang menganggap kalau JK Rowling adalah seseorang yang hidup dalam dunia khayalan karena kegemarannya pada dongeng fiksi. Sehingga membuatnya dijauhi oleh teman-teman di sekolah.

Anda mungkin mengenal karakter Luna Lovegood di serial Harry Potter yang dianggap aneh dan dijauhi oleh teman-temannya di sekolah. Karakter tersebut terinspirasi dari Jk Rowling sendiri.

Pada usia 15 tahun, JK Rowling mengalami masa remaja yang sulit. Pada saat itu neneknya meninggal dunia dan tidak lama setelahnya, ibunya divonis menderita penyakit parah, multiple sclerosis.

Meskipun semakin hari penyakit Anne Rowling semakin parah, namun ia masih sanggup bertahan berkat pengobatan demi pengobatan yang menghabiskan biaya yang tidak sedikit.

Ide Harry Potter Lahir di Kereta Api

Pada tahun 1983, setelah lulus SMA, JK Rowling memutuskan untuk kuliah di Universitas Oxford, namun impiannya kandas karena tidak lulus pada saat ujian masuk.

Joanne Rowling lalu mengambil kuliah di Fakultas Filsafat Universitas Exeter, South West England, Inggris.

Di Universitas Exeter, JK Rowling belajar bersungguh-sungguh belajar Bahasa Perancis  agar bisa segera lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan.

Rowling akhirnya lulus dengan gelar BA dalam Sastra Perancis dan Klasik dan tidak lama setelah itu dirinya mendapatkan pekerjaan di sebagai sekretaris bilingual di London.

Suatu hari di musim panas tahun 1990, ketika sedang menaiki kereta pulang dari Manchester menuju London, tiba-tiba saja imajinasi tentang seorang penyihir yatim piatu hadir dalam benak JK Rowling.

Saat itu juga, Rowling bergegas untuk segera sampai di apartemen tempat tinggalnya untuk menulis.

Kerangka cerita yang mengisahkan seorang anak penyihir yatim piatu bernama Harry Potter dan bersekolah di Hogwarts tersebut akhirnya dibuat dan disimpan dalam sebuah kotak sepatu.

Namun, kisah Harry Potter yang hanya berupa kerangka cerita tidak langsung dibuat karena Rowling mengalami masa-masa sulit di tahun-tahun berikutnya.

Masa Masa Sulit

jk rowling instagram

Pada tanggal 30 Desember 1990, ibunya Anne Rowling meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit mematikan selama bertahun-tahun.

JK Rowling sempat mengalami depresi hingga akhirnya memutuskan untuk pindah ke Portugal dengan harapan dapat melepaskan kesedihan karena kematian sang ibunda.

Di Portugal, Rowling diterima bekerja sebagai seorang guru Bahasa Inggris di daerah Porto.

Disinilah JK Rowling akhirnya menemukan jodohnya, seorang wartawan televisi bernama Jorge Arantes. Tidak lama setelahnya, yaitu pada tanggal 16 Oktober 1992, Rowling dan Arantes memutuskan untuk menikah.

Akan tetapi, kehidupan pernikahan yang indah sepertinya masih jauh dari harapan seorang JK Rowling. Tidak lama setelah menikah, Arantes ternyata berperangai buruk dan menganggur.

Kondisi ini membuat JK Rowling harus bekerja keras meskipun sedang mengandung anak pertama.

Titik Terendah dalam Hidup

Lima bulan setelah kelahiran putri pertamanya yang diberi nama Jessica Isabel Rowling Arantes, JK Rowling pindah ke rumah adiknya di Edinburg karena perangai suaminya yang makin menjadi dan mengusirnya dari rumah.

Di akhir tahun 1993 inilah JK Rowling merasa berada dalam titik terendah dalam hidupnya. Cobaan hidup yang datang bertubi-tubi ini membuatnya mengalami depresi parah hingga hampir berniat bunuh diri.

Depresi ini juga membuat Rowling menciptakan istilah baru, yaitu “Dementor”, yang menurutnya adalah makhluk kegelapan yang memangsa kebahagiaa manusia.

Sosok Dementor ini  pada akhirnya diangkat dalam novel Harry Potter and the Prisoner of Azkaban di kemudian hari.

Lahirnya Harry Potter and the Philosopher’s Stone

jk rowling film
JK Rowling dan Tiga Karakter Utama dalam Harry Potter,

Hidup di Edinburgh dilalui Rowling bersama puteri kecilnya dengan menjadi pengangguran. Hal yang sama sekali tidak pernah terpikirkan olehnya dulu.

Untuk tetap bisa bertahan hidup, JK Rowling terpaksa meminta tunjangan negara sebesar 70 Poundsterling setiap minggunya.

Sebagian uang tersebut dihabiskan untuk membeli makanan murah dan sisanya untuk keperluan Jessica kecil.

Bagi Rowling, hidup melarat dan harus mengurus anak adalah kondisi yang memprihatinkan. Setiap harinya ia berusaha mencari cara melupakan kesedihannya itu.

Akhirnya jalan keluar tersebut didapatnya dengan menulis kisah yang diberi nama Harry Potter and the Philosopher’s Stone.

Tidak disangka, berkat pengalaman hidupnya yang pahit, kisah Harry Potter berhasil dirampungkan dengan kisah yang memiliki keterikatan magis dengan pembaca.

Pada tahun 1995, Rowling resmi menyelesaikan bab terakhir novel Harry Potter and the Sorcerer’s Stone.

Namun ternyata kegagalan lain sudah menanti di depan pintu.

Berjuang Menghadapi Kegagalan Demi Kegagalan

Satu demi satu penerbit dihubungi oleh Rowling dengan harapan agar novelnya bisa diterbitkan.

Akan tetapi sampai 12 penerbit yang sudah didatangi oleh Rowling, tidak ada satupun yang tertarik mempublikasikan novel yang dianggap tidak menarik tersebut.

Padahal kata demi kata dalam novel yang panjangnya ratusan halaman tersebut harus diketik ulang oleh Rowling dengan menggunakan sebuah mesin tik tua karena dirinya tidak mampu membayar biaya fotokopi.

Tidak patah arang, JK Rowling dan adiknya sepkat untuk mengirimkan karya Harry Potter kepada sebuah agen literatur sastra yang cukup terkenal bernama Christopher Little.

“Beberapa kegagalan dalam hidup tidak bisa dihindari. Tidak mungkin bisa hidup tanpa mengalami kegagalan, kecuali anda hidup dengan terlalu berhati-hati sehingga anda tidak hidup sama sekali – dalam hal ini, anda telah kalah telak.”

JK Rowling

Namun, baru saja membaca tidak sampai satu halaman, Harry Potter dicampakkan begitu saja oleh Christopher Little dan dimasukkan ke dalam arsip.

Beruntung, seorang pegawai Little yang sedang merapikan arsip melihat salinan Harry Potter dan membacanya. Jika tidak, kita tidak akan pernah tahu kisah Harry Potter yang fenomenal ini pada hari ini.

Setitik Harapan

harry potter and the forbidden journey 2010
Cover Novel Harry Potter and the Sorcerer’s Stone

Pegawai tersebut merasa kisah Harry Potter ciptaan Rowling sangatlah menarik dan berusaha meyakinkan Christopher Litte sekali lagi.

Christopher Little akhirnya sepakat dan mencoba mempromosikan Harry Potter kepada penerbit.

Pada bulan Agustus 1996, ketika sudah nyaris putus asa menunggu kabar yang tidak pasti, setitik harapan akhirnya muncul dalam hidup JK Rowling.

Barry Cunningham, seorang editor dari penerbit di Bloomsbury, London berniat mencoba kisah Harry Potter apakah benar-benar menarik buat anak-anak sebelum diterbitkan.

Alice Newton, seorang bocah Inggris berusia 8 tahun dihadirkan menjadi penentu masa depan JK Rowling dan Harry Potter.

Seperti yang sudah diperkirakan, Alice menyukai naskah Harry Potter dan Bloomsbury setuju untuk melanjutkan Harry Potter dengan pembayaran senilai 1.500 Poundsterling sebagai uang muka.

Suksesnya Harry Potter and the Philosopher’s Stone

jk rowling wizarding world
Daniel Radcliffe berperan sebagai Harry Potter dalam Adaptasi Film Layar Lebar

Pada bulan Juni 1997, novel Harry Potter and the Philosopher’s Stone lahir dan beredar di beberapa toko buku di Inggris.

Kisah petualangan Harry Potter bersama dengan Hermione Granger dan Ron Weasley ini perlahan namun pasti terus menyihir satu demi satu pembaca yang ada di Inggris.

Berawal dari ketertarikan satu demi satu pembaca, novel Harry Potter and the Philosopher’s Stone dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut sehingga penjualannya melonjak drastis dan hanya dalam beberapa bulan saja berhasil mendapatkan penghargaan “Childern Book of the Year” di British Book Award.

Hari demi hari setelahnya, penjualan novel Harry Potter melonjak tajam sehingga Bloomsbury terpaksa harus mencetak ulang Harry Potter berulang kali untuk memenuhi permintaan pasar.

Harry Potter sukses besar di Inggris dan JK Rowling kebanjiran permintaan untuk hak penerbitan di berbagai negara yang ada di belahan dunia.

Kegagalan di Awal yang Berbuah Manis di Akhir

Setelah Harry Potter and the Philosopher’s Stone (Harry Potter and the Sorcerer’s Stone untuk cetakan Amerika Serikat), JK Rowling melanjutkan seri kedua yang berjudul Harry Potter and the Chamber of Secret dan lagi lagi meraih penjualan yang fantastis.

Seri-seri Harry Potter selanjutnya malah masuk pre order saking antusiasnya para pembaca. Dan di novel terakhir yang berjudul Harry Potter and the Deathly Hallows bahkan mencetak rekor dunia yang sangat fantastis dengan total penjualan 8,3 juta eksemplar hanya dalam tempo 24 jam. Sebuah rekor yang tidak pernah diraih penulis manapun yang ada di dunia.

Hidup JK Rowling meroket seketika dari pengangguran yang tinggal di sebuah flat kecil dan hidup dari belas kasihan pemerintah menjadi penulis pertama yang berhasil mendapatkan 1 milyar US$ dalam waktu beberapa tahun saja.

Kesuksesan demi kesuksesan dari Harry Potter masih terus membayangi hidup seorang JK Rowling.

JK Rowling Sekarang

jk rowling biography
wizarding schools
Dari kiri ke kanan : Rupert Grint, JK Rowling, Daniel Radcliffe, dan Emma Watson

Pada tahun 2001, Warner Bros meluncurkan film Harry Potter pertama dan sesuai dugaan langsung merajai box office di seluruh dunia.

Sampai total 8 film Harry Potter yang sudah beredar di bioskop, seri Harry Potter telah meraup pendapatan hingga 3,9 milyar US$ dari seluruh dunia.

Semua kegagalan dan cobaan hidup di masa lalu kini berbuah dengan sangat manis bagi JK Rowling.

Saat ini JK Rowling masih aktif menulis. Salah satunya adalah kisah film layar lebar Fantastic Beasts yang merupakan prekuel dari kisah Harry Potter. Fantastic Beasts direncanakan akan dibuat menjadi 5 seri film di mana 2 dari 5 seri tersebut sudah ditayangkan di bioskop.

Baca juga:

Siapa sangka seorang JK Rowling yang berkali-kali mengalami kepahitan hidup, dari ditinggal orang-orang tercinta, mendapat perlakukan buruk dari suami, hidup dalam kemiskinan dan sebatang kara sambil membesarkan anak, kini menjadi penulis tersukses di dunia.

Semua ini berkat kerja kerasnya yang selalu bangkit dan tidak pernah menyerah pada kegagalan demi kegagalan yang terus menghantamnya.

Semoga kisah JK Rowling bisa menginspirasi kita semua bahwa di balik kegagalan selalu ada jalan menuju kesuksesan. Karena kegagalan adalah sukses yang tertunda. [BH/HT]

Tinggalkan komentar