Konsep Minimarket Rumahan: Untung Berlimpah dari Usaha Minimarket

Sharing is caring!

Konsep Minimarket Rumahan ~ Benarkan usaha minimarket dapat meraih keuntungan berlimpah dalam waktu singkat? Bagaimana cara memulainya? Berikut penjelasannya!

BisnisHandal.com, Dari sekian banyak ide usaha yang ada, usaha minimarket adalah salah satu yang menawarkan keuntungan besar dengan masa balik modal atau Break Even Point yang terbilang cukup cepat.

Usaha minimarket sendiri mulai berkembang pesat sejak tahun 2003. Pada saat itu, Indomaret melakukan ekspansi besar-besaran hingga membuka sekitar 700 gerai di seluruh Indonesia dalam bentuk franchise.

Keberhasilan Indomaret mengembangkan minimarket dalam skala nasional telah merubah banyak hal dalam usaha ritel. Ternyata usaha warung serba ada dalam bentuk modern atau minimarket sangat diminati oleh masyarakat.

Hingga saat artikel ini dibuat, usaha minimarket, baik dalam bentuk franchise atau hanya berupa konsep minimarket dengan brand sendiri telah menjalar ke berbagai wilayah tanah air. Baik di kota besar hingga desa berkembang, kita akan dapat dengan mudah menjumpai minimarket.

Baca: Tips Memulai Usaha Sembako Modal Rp 5 Juta Untung Berlipat Ganda

Kelebihan Usaha Minimarket

Usaha minimarket memang memiliki daya pikat yang luar biasa, sehingga tidak heran apabila minimarket bisa menjadi usaha yang cepat menghasilkan uang berlimpah dalam waktu yang singkat.

usaha minimarket di desa

Berikut ini adalah beberapa kelebihan usaha minimarket dari sudut pandang para konsumen.

  • Pilihan barangnya banyak dan lengkap.
  • Harga produk yang ditawarkan lebih kompetitif.
  • Pembeli dapat dengan mudah memilih dan mengambil sendiri barang yang mereka butuhkan.
  • Transaksi berlangsung tertib dan lebih cepat karena menggunakan komputerisasi.
  • Pembayaran bisa menggunakan media lain selain uang tunai.
  • Area parkir lebih luas sehingga bisa berbelanja tanpa was-was meninggalkan kendaraan dalam waktu yang lama.

Dari segi pelaku bisnis, usaha minimarket juga dapat menjadi pilihan yang baik karena memiliki banyak keunggulan seperti berikut ini.

  • Pencatatan transaksi secara real time, sehingga bisa mengetahui arus keluar masuk uang dan barang dengan pasti.
  • Potensi keuntungan lebih besar daripada toko kelontong tradisional karena pembeli lebih banyak.
  • Tidak harus lelah melayani pembeli karena pembeli akan mengambil seluruh barang kebutuhan mereka secara mandiri.
  • Bisa digabung dengan usaha sampingan lainnya, seperti penjualan pulsa, tempat makan, atau coffee shop untuk memaksimalkan keuntungan.

Konsep Minimarket Rumahan

Sebetulnya sebelum menjamurnya Indomaret, Alfamart, dan sejenisnya, sudah ada beberapa modern market di kota-kota besar di Indonesia. Jenis modern market yang sudah ada pada masa itu cenderung megah atau berada di tempat yang sama dengan mall besar, atau apartemen mewah.

Keadaan seperti ini cenderung membuat pengunjung yang datang ke modern market adalah mereka yang berasal dari kalangan atas.

Hingga pada saat Indomaret dan sejenisnya melakukan ekspansi usaha dengan membuka gerai dalam bentuk modern market yang lebih kecil, stereotipe tersebut patah.

Dengan membangun konsep minimarket rumahan yang tersebar di berbagai kota besar dan kecil, target konsumennya juga sudah bergeser.

Sekarang, pengunjung minimarket tidak hanya dari kalangan berada saja. Tetapi semua kalangan dapat berbelanja dengan aman, nyaman, dan efisien dengan konsep minimarket rumahan.

Pada dasarnya minimarket rumahan ini adalah bentuk mini dari supermarket yang ada di mall. Dengan luas yang tidak terlalu besar, lokasi yang mudah diakses, dan produk yang terkadang lebih murah daripada toko kelontong, minimarket rumahan bisa menjadi usaha yang menjanjikan di masa depan.

Cara Memulai Minimarket Skala Rumahan

Untuk membangun sebuah minimarket dengan konsep rumahan, anda perlu mempersiapkan beberapa hal sebagai berikut.

1. Mempersiapkan Modal Usaha

Untuk memulai usaha minimarket rumahan, perkiraan modal yang anda butuhkan adalah mulai dari Rp 30 juta hingga Rp 1 miliar rupiah. Kebutuhan akan modal juga sangat tergantung pada sudah ada tidaknya tanah dan bangunan.

Jika anda sudah memiliki tanah dan bangunan, maka kebutuhan modalnya tidak sebesar jika anda harus membeli tanah dan membangunnya dari nol.

Selain untuk kebutuhan tempat usaha, anda juga harus mengalokasikan minimal 30 – 60% dari modal untuk produk atau barang dagang.

Untuk kebutuhan modal, anda bisa mendapatkan dari tabungan atau meminjamnya dari pihak ketiga.

2. Persiapan Lahan dan Lokasi Usaha

Salah satu poin utama yang menjadi pembeda antara minimarket dengan toko kelontong adalah ketersediaan lahan parkir yang memadai. Jika kita berbelanja di toko kelontong atau sembako, bisa saja kita tidak memndapatkan parkir yang memadai.

Berbeda dengan toko kelontong, minimarket yang memadai wajib menyediakan lahan parkir. Hal ini dimaksudkan agar pembeli betah berlama-lama berbelanja dengan nyaman.

Berkaitan dengan ketersediaan lahan parkir, maka persiapan lahan dan lokasi untuk usaha minimarket juga harus melalui pertimbangan yang matang.

Semakin luas lahan yang tersedia, maka semakin tinggi kemungkinan bagi usaha tersebut untuk bertahan dalam waktu yang lama.

3. Mempersiapkan Legalitas Usaha

Sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, sudah sewajarnya kalau kita mempersiapkan segala izin dan legalitas usaha agar usaha minimarket rumahan bisa berjalan lancar di kemudian hari.

Ada berbagai macam surat izin usaha yang harus anda lengkapi sebelum memulai sebuah usaha minimarket.

Surat izin yang pasti dibutuhkan sebagai legalias usaha minimarket adalah SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dan SITU (Surat Izin Tempat Usaha). Selebihnya, ada beberapa izin yang anda butuhkan tergantung pada skala besar kecilnya usaha yang anda bangun dan lokasi tempat usaha minimarket anda.

Cara membuat SIUP atau SITU juga saat ini cukup mudah. Anda bisa mendatangi Kantor Dinas Perdagangan atau Kantor Pelayanan Perijinan yang ada di kota anda. Jika tidak mau repot, anda bisa mendaftarkan permohonan secara online.

Dengan adanya surat legalitas usaha, maka anda bisa menjalankan usaha minimarket secara sah dan legal.

4. Membuat Display untuk Konsep Minimarket Rumahan

Anda perlu memperhatikan bagaimana display yang baik dalam konsep minimarket rumahan yang anda bangun.

minimarket modal 20 juta

Perhatikan penempatan rak gondola dengan posisi yang paling baik agar pembeli bisa berbelanja dengan nyaman. Sebaiknya jarak antara gondola jangan terlalu sempit, dan jangan juga terlalu renggang.

Juga perhatikan juga penempatan peralatan lain, seperti lemari pendingin atau freezer yang lebih baik berada di dekat meja kasir atau dekat pintu.

Untuk anda yang belum terlalu paham mengenai konsep display minimarket, anda bisa meniru display minimarket yang sudah beroperasi. Perhatikan juga pembagian seksi produk-produk dan penempatan masing-masing kategori produk dengan baik.

5. Mencari Agen atau Supplier Produk untuk Minimarket

Dalam usaha minimarket rumahan, harga produk yang anda dapatkan akan sangat menentukan harga jual maupun margin keuntungan yang akan anda dapatkan.

Oleh karena itu, usahakan untuk mencari agen atau supplier tangan pertama agar bisa mendapatkan produk dengan harga yang kompetitif.

Sebetulnya tidak susah untuk mencari supplier atau agen besar di kota anda. Anda akan dengan mudah menemukannya karena sudah pasti banyak yang tahu. Anda juga bisa memanfaatkan produk digital seperti Google dalam membantu pencarian.

Jangan lupa untuk menawarkan kerja sama dengan supplier atau agen tersebut. Karena biasanya ada agen-agen tertentu yang menerima transaksi dengan tempo pembayaran 2 minggu hingga 1 bulan.

6. Promosi

Dalam usaha minimarket dengan konsep rumahan, promosi adalah wajib. Anda harus sudah mulai melakukan promosi bahkan sebelum minimarket resmi buka.

Untuk saat ini, anda bisa menggunakan jejaring sosial media sebagai alat promosi yang efektif. Selain itu, jika memungkinkan, anda juga bisa mempromosikan usaha anda melalui radio lokal, selebaran, atau brosur.

Selain promosi yang baik, teknik-teknik penjualan yang baik juga akan sangat membantu meningkatkan penjualan anda. Misalnya teknik cross selling atau bundling yang akan sangat cocok untuk diterapkan pada mini market.

Baca: 36+ Barang Harian yang Cepat Laku untuk Usaha Baru Toko Kelontong

Untuk saat ini, usaha minimarket dengan konsep rumahan cocok untuk di mana saja. anda bisa memulai usaha minimarket di desa berkembang atau pinggir kota apabila menemukan lokasi yang tepat. Selamat menjalankan usaha minimarket anda sendiri. [BH/CS]

Tinggalkan komentar