Macam Macam Surat Izin Usaha Sebagai Panduan untuk Memulai Usaha

Sharing is caring!

Macam Macam Surat Izin Usaha ~ Surat izin usaha apa saja yang perlu dilengkapi jika ingin membuka usaha baru? Simak macam-macam surat izin usaha berikut ini!

BisnisHandal.com, Pengertian surat izin usaha adalah berbagai surat perizinan yang dikeluarkan oleh pemerintah atau badan terkait kepada badan usaha atau usaha perorangan sebagai tanda legalitas untuk operasional usaha yang bersangkutan.

Jadi para pelaku usaha harus mengurus izin usaha ke lembaga pemerintah yang berwewenang agar bisa menjalankan usahanya untuk mendapatkan legalitas beroperasinya usaha tersebut agar tidak mengadapat gangguan dari pihak ketiga atau masalah yang mungkin timbul di kemudian hari.

Demi kelancaran bisnis, ada berbagai macam surat izin usaha yang harus diurus oleh anda demi kelancaran usaha anda di masa yang akan datang.

Jika anda baru memulai usaha, ada baiknya mengetaui terlebih dahulu macam-macam surat izin usaha yang berlaku di Indonesia sesuai dengan jenis dan tipe usaha yang memerlukannya.

Macam Macam Surat Izin Usaha

Berikut ini adalah macam-macam surat izin usaha yang diperlukan oleh para pelaku usaha sesuai dengan jenis, lokasi, dan volume usahanya.

1. Surat Izin Tempat Usaha (SITU)

SITU atau Surat Izin Tempat Usaha adalah salah satu dari macam-macam surat izin usaha yang biasanya sangat diperlukan sebelum memulai sebuah usaha.

contoh surat izin usaha

SITU dibuat oleh suatu perusahaan atau badan usaha dengan tujuan agar bisa memperoleh izin menjalankan usaha di tempat tertentu agar tidak menimbukan gangguan yang bisa menyebabkan kerugian pihak-pihak yang berada di sekitar lokasi tersebut.

Persyaratan Dokumen Membuat SITU

Untuk membuat SITU, anda membutuhkan persyaratan dokumen sebagai berikut.

  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi IMB (Izin Mendirikan Bangunan)
  • Fotokopi Bukti Penguasaan Hak atas Tanah (sertifikat, perjanjian sewa, perjanjian pinjaman, atau bentuk lainnya)
  • Fotokopi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) dan Surat Tanda Terima Setoran (STTS) PBB untuk tahun terakhir
  • Surat permohonan pembuatan SITU dengan materai Rp 6.000
  • Surat persetujuan dari tetangga di sekitar tempat usaha yang diketahui oleh pengurus desa (RT, RW, atau Kades) setempat.

Masa berlaku SITU adalah 3 tahun dan bisa diperpanjang dalam jangka waktu 5 hari kerja setelah dokumen persyaratan lengkap.

2. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

SIUP atau Surat Izin Usaha Perdagangan adalah surat izin kepada pengusaha atau perorangan untuk menjalankan kegiatan usaha di bidang perdagangan barang atau jasa yang dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

SIUP adalah surat izin resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah agar dapat menjalankan usaha perdagangan di wilayah tertentu.

Persyaratan Dokumen Membuat SIUP

Untuk membuat SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), anda perlu mempersiapkan persyaratan dokumen sebagai berikut.

  • Fotokopi akta pendirian usaha
  • Fotokopi SITU
  • Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pemilik usaha
  • Fotokopi KTP pemilik usaha
  • Pas foto pemilik usaha

Untuk perusahaan besar yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT), anda harus mempersiapkan dokumen tambahan, seperti fotokopi Akta Pendirian PT yang disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM, Surat Izin Gangguan (HO), Neraca perusahaan, dan lain-lain.

3. Surat Izin Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

Macam-macam surat izin usaha berikutnya adalah Surat Izin Tanda Daftar Perusahaan atau biasa disingkat TDP.

Pengertian Tanda Daftar Perusahaan atau TDP adalah daftar catatan resmi menurut ketentuan undang-undang yang memuat hal-hal yang wajib didaftarkan oleh setiap perusahaan atau orang yang menjalankan usaha dengan pengesahan oleh pejabat yang berwenang di daerah tempat usaha tersebut.

Pada dasarnya, setiap perusahaan dengan bentuk usaha apapun, wajib mendaftarkan usahanya dan memiliki TDP selama beroperasi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Adapun perusahaan atau bentuk usaha yang wajib memiliki TDP adalah sebagai berikut.

  • Perseoran Terbatas (PT)
  • Koperasi
  • Persekutuan Komanditer (CV)
  • Perusahaan Perorangan
  • Firma (Fa)
  • Perusahaan Asing (Kantor Pusat, Kantor Tunggal, Kantor Cabang, dan Kantor Pebantu)
  • Anak Perusahaan
  • Agen Perusahaan
  • Perwakilan Perusahaan

Pendaftaran untuk memperoleh TDP dilakukan oleh pemilik, atau pengurus, atau penanggung jawab perusahaan dan dapat diwakilkan dengan surat kuasa.

Masa berlaku Tanda Daftar Perusahaan adalah 5 tahun dan dapat diperpanjang setelah masa berlakunya habis.

4. Surat Izin Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

Surat izin AMDAL atau Analisa Mengenai Dampak Lingkungan adalah perizinan terhadap suatu usaha yang ketika beroperasi akan berpotensi menimbulkan dampak pada lingkungan hidup di sekitar lokasi usaha tersebut, baik dampak kecil maupun dampak yang besar.

pengertian surat izin usaha

Dasar hukum izin mengenai dampak lingkungan ini tertuang dalam undang-undang nomor 32 tahun 2009 mengenai Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Adapun kriteria perusahaan yang wajib dilengkapi dengan izin AMDAL adalah usaha yang dalam operasinya akan menyebabkan dampak terhadap lingkungan sebagai berikut.

  1. Perubahan terhadap bentuk lahan maupun bentang alam.
  2. Eksploitasi terhadap SDA (Sumber Daya Alam), mulai yang terbarukan sampai yang tidak terbarukan.
  3. Proses atau kegiatan usaha yang berpotensi menimbulkan pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup.
  4. Proses atau kegiatan usaha yang hasil atau produknya dapat mempengaruhi lingkungan alam, buatan, lingkungan sosial, dan budaya.
  5. Introduksi terhadap jenis tumbuhan, hewan, dan jasad renik.
  6. Perusahaan tersebut menggunakan bahan hayati dan non hayati untuk proses usahanya.
  7. Perusahaan dengan penggunaan teknologi yang memiliki potensi risiko dalam mempengaruhi lingkungan hidup.

5. Surat Izin Gangguan/Hinderordonnantie (HO)

Macam-macam surat ijin usaha berikutnya adalah Surat Izin Gangguan (HO).

Surat Izin Gangguan atau juga disebut Hinderordonnantie (HO) adalah izin kegiatan usaha untuk perusahaan atau perorangan yang berpotensi menimbulkan bahaya kerugian, gangguan, ketenteraman, dan ketertiban umum di daerah sekitar tempat usaha tersebut.

Gangguan yang dimaksud ini bisa berupa gangguan dalam bentuk keramaian orang, suara, aroma, atau kegiatan yang tidak sesuai dengan aturan norma adat atau budaya masyarakat di sekitar tempat usaha tersebut.

Persyaratan Dokumen Membuat HO

Adapun persyaratan dokumen yang diperlukan untuk membuat HO adalah sebagai berikut.

  • Fotokopi KTP pemilik atau penanggung jawab usaha
  • Fotokopi NPWP
  • Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
  • Fotokopi Akta Kepemilikan Tanah/Bangunan atau Perjanjian Sewa/Kontrak
  • Surat persetujuan usaha yang ditandatangani oleh tetangga yang berbatasan langsung dengan lokasi usaha tersebut

Masa Berlaku HO adalah 3 tahun sejak diterbitkan dan dapat diperpanjang setelah masa berlakunya habis.

Baca Juga:

Demikianlah tadi macam-macam surat izin usaha yang wajib anda ketahui sebelum memulai sebuah usaha. Semoga bisa menjadi informasi anda sebelum memulai usaha. [BH/CS]

Tinggalkan komentar