Kisah Motivasi Merry Riana: Mimpi Sejuta Dollar yang Menjadi Kenyataan

Sharing is caring!

Motivasi Merry Riana ~ Seperti apa kisah motivasi Merry Riana, dari hidup tanpa sepeser pun uang di Singapura hingga mendapatkan uang sejuta dollar sebelum usia 30 tahun? Simak kisahnya berikut ini!

BisnisHandal.com, Anda mungkin sudah tidak terlalu asing lagi dengan biografi Merry Riana karena kisah hidupnya sudah pernah difilmkan pada tahun 2014 silam yang diperankan oleh Chelsea Islan.

Kisah Motivasi Merry Riana, From Zero To Hero Berkat Mimpi Sejuta Dollarnya

Biografi pengusaha sukses dari nol satu ini sangat layak untuk kita simak bersama karena ada motivasi dan pelajaran hidup yang sangat berharga di dalamnya.

Kerusuhan Mei 1998

Merry Riana lahir pada tanggal 29 Mei 1980 dari pasangan Ir. Suanto Sosrosaputro dan Lynda Sanian.

Orang tua Merry Riana adalah keturunan Tiongoa yang kesehariannya merupakan karyawan biasa. Sampai suatu saat, ayah Merry memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan memulai usaha sendiri.

Naas, usaha yang baru dirintis ayahnya tidak lama terpaksa harus gulung tikar karena peristiwa kerusuhan tahun 1998.

Motivasi Merry Riana

Sebetulnya selepas SMA, Riana sudah mendaftarkan kuliah di Universitas Trisakti dan mengambil jurusan Teknik Elektronika.

Akibat kerusuhan besar tahun 1998, dan hampir setiap sudut Jakarta dilanda ketegangan, kedua orang tua Riana terpaksa mengirim dirinya ke Singapura.

Hal tersebut terpaksa mereka lakukan bukan hanya untuk menempuh pendidikan, namun utamanya adalah demi keselamatan Riana. Maklumlah pada saat itu suasana betul-betul mencekam dan banyak yang menjadi korban akibat kerusuhan.

Kuliah di Singapura

Karena ketegangan dan kondisi yang tidak memungkinkan, ayah Merry Riana hanya memiliki biaya tiket untuk memberangkatkan Riana ke Singapura saja. Selebihnya Riana harus berusaha sendiri bertahan hidup di Singapura.

Setibanya di Singapura, Merry Riana langsung mencari tempat kuliah yang paling cocok. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan, ia menjatuhkan pilihan pada Nanyang Technological University Singapore.

Riana mengambil jurusan Electrical and Ecelctronics Engineering (EEE) dengan harapan setelah lulus kuliah bisa membantu ayahnya yang juga seorang insinyur.

Masalah tempat kuliah akhirnya selesai. Namun masalah lebih besar sudah menanti.

Hal berikutnya yang menjadi kendala adalah biaya hidup di Singapura. Riana sama sekali tidak mengantongi uang sepeserpun.

Dengan biaya hidup di Singapura yang relatif tinggi membuatnya kembali harus memutar otak. Merry Riana akhirnya meminjam bantuan dana dari Pemerintah Singapura.

Dana yang dipinjam oleh Merry Riana dari Bank Pemerintah Singapura adalah sebesar $40.000.

Perjanjiannya adalah semua dana tersebut harus dikembalikan setelah ia lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan.

Setelah dihitung dengan teliti, sebetulnya uang tersebut jika dibagi dengan masa kuliah dan berbagai keperluan, Riana hanya mendapatkan uang sebesar $10 setiap minggu.

Kehidupan Memprihatinkan Saat Awal Kuliah

Uang sebesar $10 untuk keperluan hidup selama 7 hari di Singapura adalah jauh dari cukup.

Riana kemuadian memutar otak untuk meysiasati bagaimana caranya bertahan hanya dengan bermodalkan $1.4 setiap harinya.

Pagi harinya Merry Riana sarapan hanya makan mie instan dan siang harinya ia makan 2 lembar roti tanpa selai.

Kemudian, untuk makan malam ia hanya mengantungkan nasib pada seminar. Jika ada seminar, ia akan ikut demin mendapatkan makan malam gratis. Jika tidak, Riana terpaksa menahan lapar hingga keesokan harinya.

Kehidupan yang maha berat ini ia jalani lebih kurang selama 2 semester. Hingga pada suatu titik Riana sadar ia tidak bisa terus menerus hidup dalam kondisi memprihatinkan. Makan makanan seadanya tanpa gizi yang cukup lambat laun pasti akan merusak tubuhnya.

Merry Riana mulai mencari pekerjaan serabutan apa saja yang penting bisa menghasilkan uang.

Dari mulai membagikan bosur di jalan, menjadi penjaga toko bunga, sampai pelayan di hotel semua pernah ia lakoni. Pekerjaan yang teramat berat tersebut harus ia jalani selama 14 jam sehari tanpa istirahat.

Sampai pada akhirnya Riana menyadari bahwa meskipun sudah bekerja keras banting tulang sambil kuliah, nasibnya sama sekali belum berubah ke arah yang lebih baik.

Mimpi Satu Juta Dollar

Memasuki usia 20 tahun, Merry Riana membuat resolusi bahwa ia harus mendapatkan uang 1 juta dollar sebelum berusia 30 tahun.

Riana sadar mimpinya yang teramat tinggi tersebut tidak bisa diraih hanya dengan bekerja serabutan sebagai tukang bagi brosur di jalanan. Satu-satunya jalan adalah dengan berbisnis.

Riana yang sama sekali buta akan bisnis lalu mulai mengumpulkan bahan informasi dari buku. Dirinya mulai melibatkan diri dalam berbagai organisasi kemahasiswaan yang berhubungan dengan bisnis.

Setelah semua teori ia rasa cukup, Merry Riana mulai terjun ke duna bisnis.

Awal berkecimpung ke dunia bisnis, Riana membuka usaha jasa pembuatan skripsi. Namun ternyata hasilnya jauh dari harapan.

Tidak menyerah, Merry Riana kemudian mencoba peruntungan dalam bisnis MLM dengan modal $200. Lagi-lagi akibat susahnya merekrut member membuatnya terpaksa berhenti dari MLM.

Titik Balik

Sempat akan menyerah pada keadaan, Merry Riana kembali teringat akan mimpi besarnya dan mencoba bangkit dari keterpurukan.

Kali ini ia mendapat tawaran dari seroang rekan untuk menjadi financial consultant yang menjual berbagai produk keuangan mulai dari asuransi, kartu kredit, deposito, tabungan, dan sebagainya.

Kali ini sebelum terjun, ia mulai belajar seluk beluk tentang keuangan dan investasi. Ditambah pengalaman akan kegagalan-kegagalan sebelumnya, membuatnya kali ini lebih gigih lagi berusaha untuk berhasil.

Lambat laun kali ini usaha keras Merry Riana betul-betul membuahkan hasil.

Dalam tempo enam bulan di awal karirnya, Merry Riana berhasil melunasi semua hutangnya pada Bank Pemerintah Singapura. Dan tepat saat tahun pertama bisnisnya, Merry Riana sudah mengantongi uang senilai $200.000 atau sekitar 1.5 Milyar Rupiah.

Sukses tidak diberikan begitu saja dengan mudahnya. Sukses itu harus diperjuangkan dan hanya orang-orang yang sudah memantaskan dirinya yang pantas menikmati kesuksesan.

Merry Riana

Kini setelah mendapatkan uang 1 juta dollarnya, Merry Riana mendirikan organisasi bernama MRO (Merry Riana Organization). MRO adalah sebuah perusahaan jasa keuangan dan MRO Consultancy yang bergerak dalam bidang pelatian dan motivasi.

Merry Riana lalu menulis kisah hidupnya dalam sebuah buku yang berjudul “Mimpi Sejuta Dollar” yang meledak di pasaran hingga diadaptasi ke film layar lebar.

Selain menulis, Merry Riana juga dikenal sebagai motivator ulung yang kerap diminta untuk memberikan motivasi sukses bagi anak muda di Indonesia.

Baca Juga:

Banyak sekali pelajaran mengenai kesuksesan yang bisa kita ambil dari perjalanan hidup Merry Riana. Semoga kita juga bisa semangat dan bisa menjadi Riana Riana yang lain suatu hari kelak. [BH/CS]

Tinggalkan komentar