P2P Lending Adalah: Pengertian, Keamanan, dan Cara Kerja P2P Lending

Sharing is caring!

P2P Lending Adalah ~ Apa itu P2P Lending dan apakah itu adalah fintech yang aman? Berikut ulasannya!

BisnisHandal.com, Beberapa tahun belakangan ini, P2P Lending atau Peer to Peer Lending memang cukup banyak menjadi pembicaraan. Sebenarnya apa itu P2P Lending dan bagaimana cara kerjanya? Apalah itu adalah platform yang aman? Mari kita temukan jawabannya bersama.

Pengertian P2P Lending

P2P Lending adalah singkatan dari Peer to Peer Lending. Pengertian Peer to Peer Lending adalah sebuah plaftorm online yang menghubungkan dua pihak, yaitu pemberi pinjaman (investor) dan peminjam uang (penerima pinjaman uang).

Jadi Peer to Peer Lending adalah sebuah wadah atau media online yang mempertemukan dua belah pihak. Pihak pertama adalah mereka yang memiliki dana lebih dan ingin berinvestasi dengan meminjamkan sejumlah uang.

Sedangkan pihak kedua adalah mereka yang membutuhkan pendanaan untuk usaha kecil atau mikro yang sedang berkembang.

Baca: 7 Penyedia Pinjaman Modal Usaha Kecil Terpercaya dan Syarat Ringan

Keamanan Peer to Peer Lending

Sebagai lembaga investasi dan peminjaman uang online, pastilah banyak pihak jadi bertanya-tanya mengenai tingkat keamanan P2P Lending. Maklum saja, selain merupakan plaftorm fintech yang baru dan berbasis online, bukan tidak mungkin banyak kemungkinan seperti penipuan, kebocoran data, dan lain-lain.

 Namun, anda tidak perlu khawatir karena Peer to Peer Lending adalah lembaga keuangan yang aman dan sudah terdaftar dalam Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2016 dengan regulasi yang jelas.

Meskipun demikian, tidak ada salahnya anda lebih selektif dalam memilih plaftorm P2P Lending terbaik di Indonesia, baik sebagai pemberi pinjaman maupun penerima pinjaman. Karena masing-masing platform memiliki regulasi yang berbeda-beda.

Cara Kerja Peer to Peer Lending

Sebetulnya cara kerja Peer to Peer Lending adalah hampir mirip seperti situs ecommerce, yang melibatkan dua belah pihak yang bertransaksi dengan satu pihak sebagai perantara online.

daftar p2p lending di indonesia

Pertama-tama pihak pemberi pinjaman (investor) dan pihak penerima pinjaman harus terdaftar dalam platform Peer to Peer Lending dengan data yang lengkap dan terverifikasi.

Setelah terdaftar, pihak plaftorm akan meyeleksi manakah yang layak menjadi investor dan mana yang layak sebagai peminjam.

Setelah melewati seleksi yang ketat, pihak peminjam yang terpilih akan diberitahu mengenai regulasi peminjaman, jumlah dana, dan risiko peminjaman oleh platform. Oleh karena itu, peminjam dana wajib memberikan data yang benar dan lengkap pada saat pendaftaran.

Ketika sudah lolos seleksi dan peminjam setuju mengenai syarat dan ketentuan dalam peminjaman, data peminjam akan diteruskan kepada pihak pemberi pinjaman atau investor.

Pihak investor akan menyeleksi data peminjam yang masuk untuk memutuskan ingin memberikan pijmanan atau tidak. Jika tidak bersedia, maka data peminjam akan diteruskan kepada investor lain pada platform yang sama.

Jika pihak investor deal dan bersedia memberikan pinjaman, maka dana akan cair dengan bantuan perantara platform Peer to Peer Lending.

Sesuai dengan jangka waktu pinjaman yang telah disepakati bersama, nantinya pihak peminjam wajib mengembalikan dana pinjaman beserta return (bunga) kepada pihak investor dengan perantara platform P2P Lending.

Peer to Peer Lending akan meneruskan dana yang dikembalikan kepada pihak peminjam (investor) berikut bunga sesuai dengan kesepakatan bersama.

Keuntungan Peer to Peer Lending

Keuntungan P2P Lending Bagi Pemberi Pinjaman (Investor)

  • Aman dan terpercaya karena telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Suku bunga yang tinggi memberikan keuntungan investasi yang hampir dua kali lipat daripada tabungan pada umumnya.
  • Syarat investasi  yang mudah karena hanya membutuhkan data KTP, NPWP, dan foto diri.
  • Risiko investasi yang kecil karena setiap peminjam sudah melalui seleksi ketat dari pihak Peer to Peer Lending.

Keuntungan P2P Lending Bagi Peminjam

  • Biasanya peminjam dana di P2P Lending tidak membutuhkan agunan atau jaminan.
  • Suku bunga Peer to Peer Lending cukup rendah dan hampir sama dengan pinjaman dari bank.
  • Prosesnya mudah dan cepat sehingga peminjam bisa segera mencairkan dana begitu sudah mendapat persetujuan dari pihak platform dan investor.
  • Mudah dalam transaksi karena semua proses secara online tanpa harus melalui kehadiran secara fisik.

Kerugian Peer to Peer Lending

Kerugian P2P Lending  Bagi Pemberi Pinjaman (Investor)

  • Dana tidak bisa ditarik sewaktu-waktu, karena telah melalui kesepakatan hanya bisa dicairkan setelah pihak peminjam melunasi semua pijaman.
  • Meskipun kecil, tetap ada risiko pihak peminjam gagal untuk melunasi pinjaman.

Kerugian P2P Lending bagi Peminjan

  • Apabila peminjam belum sanggup atau lalai dalam membayar angsuran yang jatuh tempo, maka beban dana pembayaran akan naik berlipat ganda pada bulan berikutnya.
  • Peer to Peer Lending hanya cocok untuk pinjaman jangka pendek, karena semakin lama jangka waktu peminjaman, maka tagihannya juga akan semakin meningkat.

Baca: Arti Investasi Jangka Pendek dan 5 Jenis Investasi Terbaik untuk Pemula

Demikianlah penjelasan mengenai P2P Lending. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda. [BH/CS]

Tinggalkan komentar