Apa itu Omset? Pengertian Omset, Profit, dan Cara menghitung Keduanya

Sharing is caring!

Pengertian Omset ~ Apa itu omset? Apa perbedaan omset dengan profit? Bagaimana cara menghitung omset atau profit? Simak jawabannya berikut ini!

BisnisHandal.com, Dalam usaha perdagangan, anda tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah omset atau omzet.

Sebetulnya apa itu omset? Omset erat kaitannya dengan profit dan laba, namun memiliki arti yang berbeda. Jadi apa bedanya omset dengan profit dan laba?

Mari kita simak pengertian omset dan bedanya dengan profit dari penjelasan berikut ini.

Pengertian Omset Adalah

Pengertian omset adalah total pendapatan yang diperoleh dari penjualan produk barang atau jasa dalam satu masa jual. Uang pendapatan yang diperoleh tersebut adalah total hasil penjualan yang belum dikurangi dengan harga pokok penjualan dan biaya-biaya pengeluaran lain.

contoh perhitungan omset

Omset juga sering disebut sebagai laba kotor penjualan.

Selain omset kita juga mengenal istilah profit. Lantas apa itu profit?

Pengertian Profit dan Perbedaannya dengan Omset

Antara omset dan profit adalah dua hal yang sangat berbeda meskipun terkadang ada masyarakat awam yang suka mencampur-adukkan kedua istilah ini.

Pengertian profit adalah total pendapatan yang diperolah dari hasil penjualan produk barang atau jasa setelah dikurangi dengan harga pokok penjualan (HPP) dan biaya operasional. Dengan kata lain, profit adalah laba (pendapatan) bersih.

Perbedaan antara omset dan profit terletak pada pengurangan dari hasil penjualan. Jika omset adalah pendapatan kotor yang belum dikurangi dengan HPP dan biaya operasional. Maka profit adalah pendapatan yang sudah dikurangi oleh HPP dan segala biaya operasional.

Cara Menghitung Omset

Setelah mengetahui pengertian omset dan bedanya dengan profit, akan lebih baik kalau kita juga mengetahui caranya menghitung omset yang benar.

Rumus untuk menghitung omset adalah:

TR = P x Q

Keterangan:

TR: Omset

P: Harga jual

Q: Total Produk yang Terjual

Jadi untuk menghitung total omset, anda tinggal mengalikan saja antara total produk yang berhasil anda jual dalam satu waktu dengan harga jual per masing-masing produk tersebut.

Baca: Apa itu Cashback? Arti Cashback dalam Transaksi Beserta Jenisnya

Contoh Soal Perhitungan Omset

Pak Ahmad adalah pedagang mie ayam. Kemarin tanggal 10 November, Pak Ahmad berhasil menjual 200 porsi mie ayam. Harga mie ayam Pak Ahmad per porsinya adalah 12.000. Berapakah omset Pak Ahmad kemarin?

Omset

Omset Pak Ahmad = 200 x Rp 12.000 = Rp 2.400.000.

Lalu berapa profit atau laba bersih yang akan diterima oleh Pak Ahmad?

Untuk menghitung profit atau laba bersihnya, anda harus mendata harga pokok penjualan (HPP) dan semua biaya-biaya yang menjadi beban usaha.

HPP

Misalnya HPP atau modal yang dikeluarkan untuk memproduksi per mangkok mie ayam adalah Rp 6.000. Berarti total HPP adalah 200 x Rp 6.000 = Rp 1.200.000.

Biaya-Biaya Operasional

Sewa Lokasi/Hari = Rp 50.000

Gaji Karyawan/Hari = Rp 100.000

Gas = Rp 20.000

Listrik dan Air = Rp 45.000

Biaya Penyusutan Alat dan Lain-Lain = Rp 50.000

Total Biaya Operasional = Rp 265.000.

Profit

Profit = Omset – (HPP + Biaya-Biaya Operasional)

= Rp 2.400.000 – (Rp 1.200.000 + Rp 265.000)

= Rp 935.000.

Tujuan Omset dalam Bisnis

cara menghitung profit

Omset adalah salah satu parameter terpenting dalam dunia usaha. Besaran omset dapat menjadi indikator bagaimana performa bisnis sebuah usaha atau perusahaan.

Selain menjadi indikator performa bisnis dalam usaha, tujuan dari perhitungan omset juga bisa memberi manfaat sebagai berikut.

  • Sebagai data penting dalam membuat berbagai laporan keuangan perusahaan (laporan rugi laba, dan sejenisnya).
  • Sebagai dasar informasi dalam proposal untuk anda yang sedang mencari investor.
  • Data yang sangat berguna ketika anda akan mengajukan pinjaman modal usaha ke bank.
  • Sebagai panduan untuk mengambil berbagai kebijakan strategis perusahaan, seperti kebijakan produksi, menambah/mengurangi budget promosi, dan sebagainya.

Omset dan Profit Sebagai Indikator Kemajuan Bisnis

Omset dan profit adalah indikator kemajuan bisnis yang paling utama. Semakin tinggi penjualan, maka semakin banyak omset yang anda dapatkan.

Semakin banyak omset itu berarti anda juga akan mendapatkan profit atau laba bersih yang semakin tinggi.

Oleh karena itu, sebagai seorang pengusaha, anda harus membaca data omset dan profit dari waktu ke waktu.

Karena data tersebut akan menentukan langkah strategis apa yang akan anda lakukan untuk kemajuan usaha anda. Atau kebijakan apa yang harus anda lakukan untuk mempertahankan atau meningkatkan omset dan profit agar tetap survive sebagai pelaku usaha.

Baca: Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro Beserta Tabel dan Lingkupannya

Setelah mengetahui pengertian omset, pengertian profit, dan cara menghitung keduanya, diharapkan anda bisa mengatur alur bisnis anda lebih baik lagi untuk kemajuan bisnis anda kedepannya. [BH/CS]

Tinggalkan komentar