Waspada Pinjaman Online Ilegal, Kenali Ciri-Ciri dan Tips Menghindarinya

Sharing is caring!

Pinjaman Online Ilegal ~ Fintech ilegal kini memang telah menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian masyarakat. Bagaimana ciri-ciri pinjaman online ilegal tersebut? Dan bagaimana cara mengindarinya?

BisnisHandal.com, Pada saat ini, pinjaman uang online atau istilahnya fintech P2P lending memang sedang diminati oleh berbagai lapisan masyarakat yang sedang membutuhkan dana segar dengan cepat dan mudah.

Tingginya peminat pasar akan pinjaman online pada akhirnya membuat banyak sekali pengusaha yang ikut banting setir dengan berbisnis fintech. Apalagi bisnis pinjaman uang online ini berpeluang memberikan keuntungan yang sangat besar dengan suku bunga yang tinggi dan tempo pinjaman yang cepat.

Sayangnya karena ingin mendapatkan keuntungan dengan cepat dan instan, banyak sekali bermunculan pinjaman online ilegal atau fintech abal-abal yang berpotensi merugikan konsumen.

Situs pinjaman online ilegal ini sangat berbahaya karena hanya bertujuan untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya dari konsumen mereka dengan cara yang tidak etis dan tidak mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Konsumen yang masuk perangkap pinjaman online ilegal ini kerap kali menderita kerugian seperti suku bunga yang tidak masuk akal, penagihan yang tidak manusiawi, hingga bocornya data pribadi dan dipermalukan oleh fintech abal-abal ini.

Ciri Ciri Pinjaman Online Ilegal

Untuk menghindari jebakan betmen dari situs pinjaman online ilegal atau fintech abal-abal ini, penting bagi kita untuk mengetahui ciri-cirinya.

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri fintech ilegal yang perlu diwaspadai.

1. Promosi Via SMS Spam

Ciri-ciri dari fintech ilegal atau abal-abal yang paling jelas dan sangat mudah dijumpai adalah melakukan promosi untuk menarik minat konsumen dengan mengirimkan SMS spam secara acak ke berbagai nomor ponsel.

Pinjaman online ilegal biasanya akan mengirimkan SMS yang isinya penawaran pinjaman dengan kata-kata menarik seperti bunga ringan, proses cepat, tanpa jaminan, dan lain-lain dengan menyertakan nomor kontak atau url situs di bawahnya.

Kasus Fintech Terbaru

Mereka berharap para calon konsumen yang tergiur akan langsung masuk perangkap dan menghubungi situs atau nomor kontak atau url yang telah dilampirkan tersebut tanpa mengecek sebelumnya apakah fintech tersebut aman dan mengikuti aturan dari OJK atau tidak.

2. Proses Pencairan Dana yang Terlalu Mudah dan Tidak Masuk Akal

Ciri pinjaman online ilegal yang perlu diwaspadai berikutnya adalah proses pencairan dana yang terlampau mudah dan tidak masuk akal.

Fintech ilegal biasanya hanya meminta syarat KTP sebagai jaminan pinjaman atau tidak meminta syarat sama sekali dengan proses pencairan dana yang super cepat. Bahkan ada fintech yang hanya membutuhkan waktu 5 atau 10 menit saja untuk pencairan dana.

Kemudahan syarat dan proses pencairan dana seperti ini terbilang kurang masuk akal karena umumnya lembaga yang memberikan pinjaman harus memiliki syarat administratif dari nasabah atau agunan terlebih dahulu dengan proses administrasi yang tidak instan karena harus melakukan verifikasi data terlebih dahulu.

Jika fintech abal-abal dengan kemudahan dan kecepatan yang tidak masuk akal ini biasanya tidak melalui proses verifikasi data, tetapi mereka sudah menyalin atau mencuri data kontak nasabah terlebih dahulu.

3. Identitas Perusahaan Tidak Diketahui

Cara mudah mengetahui pinjaman online ilegal berikutnya adalah dari identitas perusahaannya. Berbeda dengan fintech legal yang direkomendasikan OJK yang biasanya sangat terbuka, identitas perusahaan fintech abal-abal cenderung tertutup.

Jika ada perusahaan pinjaman online yang namanya tidak ditemukan di situs pencarian Google atau tidak mencantumkan nama atau identitas perusahaan sama sekali menawarkan pinjaman, anda perlu waspada. Kemungkinan besar itu adalah fintech abal-abal yang sedang mencari keuntungan.

Lebih baik carilah fintech yang sudah terkenal dengan reputasi yang baik yang bisa anda lihat pada testimoni pelanggannya.

4. Aplikasi Pinjaman Online Tidak Tersedia di Playstore atau App Store

Saat ini selain bisa dikunjugi lewat website, sebagian besar situs pinjaman online sudah bisa diunduh pada perangkat ponsel pintar anda.

Untuk kemudahan mengunduh aplikasi pinjaman online ini juga sangat mudah karena tinggal mengunjugi toko aplikasi yang tersedia di Google Playstore ataupun App Store. Namun ada banyak situs pinjaman online ilegal yang tidak tersedia di Google Playstore atau App Store.

Entah karena bisnis mereka dijalankan dengan instan atau untuk menghindari testimoni negatif dari pengguna lain, perusahaan fintech abal-abal ini tidak menyediakan aplikasi di Playstore dan App Store.

Sebagai gantinya, mereka mencantumkan url menuju aplikasi mereka atau situs mereka melalui SMS yang dikirimkan secara acak ke banyak pengguna ponsel.

Jika anda menemukan fintech yang aplikasinya tidak tersedia di Playstore atau App Store, sebaiknya jangan mengunduh aplikasi mereka apalagi sampai meminjam uang di sana.

5. Mencuri atau Menyalin Data Kontak Nasabah

Memang pada saat ini ada sebagian aplikasi yang dalam penggunaannya mewajibkan pengguna ponsel smartphone  untuk mengizinkan akses ke kontak mereka.

Namun bagi fintech atau pinjaman online sebetulnya tidak ada pentingnya mengakses data kontak customer untuk keperluan administrasi pengajuan pinjaman.

korban fintech ilegal

Adapun kegunaan data kontak nasabah bagi situs pinjaman online ilegal adalah untuk mengirimkan SMS promosi fintech mereka ke nomor-nomor yang ada di kontak customer mereka.

Selain itu, jika customer mereka telat atau tidak mampu melunasi pinjaman, maka pihak pinjaman online ilegal ini akan mencari keberadaan customer mereka ini lewat teman-teman kontaknya ini atau bisa sampai mempermalukan customer mereka tersebut.

6. Memberlakukan Bunga yang Terlampau Tinggi

Tidak seperti fintech legal, beberapa perusahaan pinjaman online ilegal memang mematok bunga yang terlalu tinggi. Bahkan ada yang sampai mematok bunga tinggi dalam hitungan hari.

Oleh karenanya, sebelum melakukan pinjaman online, sangat disarankan bagi anda untuk mengetahui cara menghitung persen bunga pinjaman kredit. Hal ini bermanfaat bagi anda untuk dapat mengetahui apabila sebuah fintech memberlakukan bunga yang terlampau tinggi dan tidak masuk akal.

Jika anda tidak teliti sebelum mengajukan pinjaman online, bisa saja anda menjadi salah satu korban dari fintech abal-abal ini. Dengan bunga yang sangat tinggi anda akan seperti terlilit hutang pada rentenir.

7. Proses Penagihan yang Tidak Manusiawi

Ciri pinjaman online ilegal terakhir yang sudah menjadi highlight pemberitaan adalah proses penagihannya yang tidak manusiawi.

Sebetulnya, fintech yang baik akan melakukan penagihan pada customer dengan tata cara dan bahasa yang sopan dan pada jam kerja saja.

Namun, fintech abal-abal cenderung mengabaikan hal tersebut. Mereka akan melakukan penagihan pada jam berapa saja yang mereka mau, bahkan beberapa hari sebelum masa jatuh tempo.

Fintech ilegal tidak segan-segan melakukan intimidasi, membentak, menggunakan kata-kata kotor, atau memberikan ancaman ketika melakukan penagihan kepada konsumen mereka. Bahkan mereka akan menghubungi nomor-nomor yang ada di kontak anda untuk merusak mental dan mempermalukan konsumen mereka yang tidak mampu membayar pinjaman mereka.

Tips Menghindari Pinjaman Online Ilegal

Jika sudah masuk perangkap fintech abal-abal yang ilegal tentu saja anda akan menderita kerugian yang tidak sedikit. Selain beban bunga yang amat tinggi, fintech ilegal juga kerap kali melakukan penagihan dengan cara-cara yang tidak etis, seperti intimidasi hingga mengganggu psikologi anda.

Oleh karena itu, sebisa mungkin hindarilah meminjam uang di fintech  yang tidak terpercaya.

Beberapa ini adalah tips yang bisa digunakan untuk menghindari pinjaman online ilegal.

  1. Kenali 7 ciri fintech abal-abal atau ilegal di atas.
  2. Periksa perusahaan fintech tersebut apakah termasuk daftar yang diijinkan oleh OJK atau tidak.
  3. Lihat lagi testimoni pengguna aplikasi fintech tersebut di Playstore atau App Store.
  4. Sering-sering update berita mengenai kisah para korban fintech ilegal.
  5. Jika anda merasa dirugikan oleh sebuah perusahaan fintech, baik itu terdaftar ataupun ilegal, jangan ragu untuk melaporkannya pada pihak yang berwenang.

Baca Juga:

Demikianlah tadi ulasan mengenai ciri-ciri fintech ilegal dan beberapa tips untuk menghindarinya. Semoga bisa bermanfaat bagi semua. [BH/CS]

Tinggalkan komentar