Reksadana Adalah: Pengertian, Jenis, dan Keuntungan Reksadana

Sharing is caring!

Reksadana Adalah ~ Apa itu reksadana? Apa pula cara kerja, jenis, keuntungan, dan kerugian reksadana? Mari cari tahu jawabannya di bawah ini!

BisnisHandal.com, Dalam keseharian, mungkin anda yang masih awam di dunia bisnis dan investasi pernah menjumpai istilah reksadana. Misalnya saja seperti reksadana BCA, reksadana Mandiri, reksadana BRI, reksadana Tokopedia, atau reksadana saham.

Sebetulnya apa itu reksadana? Mari kita cari tahu jawabannya bersama.

Reksadana Adalah

Pengertian reksadana adalah sebuah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana atau modal yang berasal dari berbagai investor dan diinvestasikan dalam bentuk portofolio investasi (efek) yang dikelola oleh perusahaan perantara atau istilahnya manajer investasi.

Dari definisi atau pengertian reksadana di atas, kita bisa melihat bahwa setidaknya ada 3 elemen penting dalam sebuah reksadana, yaitu pemilik dana atau investor, instrumen investasi atau portofolio efek, dan pihak pengelola modal atau manajer investasi.

Jadi reksadana dirancang untuk menghimpun modal dari para investor yang memiliki keterbatasan waktu dan pengalaman, tetapi tetap bisa melakukan investasi dengan aman dan menguntungkan dengan menggunakan perantara manajer investasi.

Dengan adanya perantara pihak ketiga dalam mengelola dana atau modal ini, diharapkan siapapun bisa melakukan investasi sekalipun tidak memiliki keahlian atau pengalaman yang mumpuni.

Cara Kerja Investasi Rerksadana

reksa dana tokopedia
reksadana bukalapak

Reksadana adalah salah satu bentuk investasi jangka panjang yang memiliki resiko yang cukup kecil. Hal ini dikarenakan pengelola dana investasinya dilakukan oleh manajer investasi yang betul-betul memiliki keahlian yang mumpuni dalam berinvestasi.

Jenis investasi ini juga dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat awam dan keuntungan yang didapat juga cukup tinggi dan tingkat resiko yang sangat rendah.

Sebelum anda memutuskan untuk berinvestasi dalam bentuk reksadana, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu cara kerja investasi reksadana.

Adapun cara kerja investasi reksadana adalah sebagai berikut.

  1. Manajer investasi menghimpun dana atau modal dari nasabah.
  2. Dana atau modal yang telah dihimpun ini kemudian diinvestasikan dalam instrumen investasi tertentu yang sebelumnya telah diketahui dan disetujui oleh nasabah.
  3. Manajer investasi akan memberikan laporan secara rutin dan berkala mengenai informasi yang terkait dengan kinerja produk, komposisi aset, dan portofolio efek.
  4. Nasabah mendapatkan keuntungan dari dana yang diinvestasikan tadi.

Jenis Jenis Investasi Reksadana

Secara umum, reksadana dapat dibagi menjadi beberapa jenis atau kategori. Adapun jenis-jenis reksadana adalah sebagai berikut.

1. Reksadana Pasar Uang (Money Market Fund)

Reksadana pasar uang adalah salah satu jenis reksadana dengan investasi yang difokuskan pada instumen pasar uang yang memiliki masa jatuh temponya kurang dari satu tahun.

Adapun jenis instrumen investasi yang dipergunakan oleh reksadana pasar uang adalah meliputi deposito berjangka (time deposit), sertifikat deposito (certificate of deposit), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan instrumen investasi pasar uang lainnya.

Tujuan reksadana pasar uang adalah untuk menjaga likuiditas dan pemeliharan modal. Faktor resiko reksadana pasar uang adalah yang paling rendah diantara jenis reksadana lainnya.

2. Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)

Reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksadana yang melakukan investasi minimal 80% dari aktiva dalam bentuk obligasi atau efek hutang.

Jenis reksadana pendapatan tetap adalah reksadana yang memiliki faktor resiko tingkat menengah.

Tujuan dari reksadana pendapatan tetap adalah untuk mendapatkan tingkat pengembalian income (investasi) yang stabil kepada pemilik modal.

3. Reksadana Campuran (Balance Mutual Fund)

Jenis reksadana berikutnya adalah reksadana campuran, yang merupakan jenis reksadana yang mengalokasikan dana investasinya ke dalam instrumen yang merupakan gabungan dari saham dan obligasi.

Resiko jenis reksadana campuran adalah moderat dan potensi tingkat pengembalian incomenya berada di atas reksadana pendapatan tetap.

Tujuan dari reksadana campuran adalah untuk mendorong terjadinya pertumbuhan harga saham atau nilai unit dalam jangka panjang.

4. Reksadana Saham (Equity Fund)

reksa dana syariah
produk reksadana

Reksadana saham adalah jenis reksadana dengan investasi berupa minimal 80% dari aktivanya dalam bentuk efek yang bersifat ekuitas (equity).

Jenis reksadana saham memiliki resiko yang paling tinggi diantara jenis reksadana yang lainnya, tetapi memiliki tingkat pengembalian (keuntungan) yang paling tinggi pula diantara semuanya.

Tujuan dari reksadana saham adalah untuk mendorong pertumbuhan harga saham dan unit dalam jangka panjang.

Keuntungan Investasi Reksadana

Adapun keuntungan yang akan didapat oleh investor ketika mengalokasikan sebagian dananya untuk diinvestasikan ke reksadana adalah sebagai berikut.

1. Pengembalian Income (Keuntungan) Tinggi

Salah satu daya tarik dari investasi reksadana adalah keuntungan yang ditawarkannya cukup tinggi. Bahkan ada jenis investasi reksadana yang bisa memberikan keuntungan sebesar 20% dalam satu tahunnya.

Tingginya keuntungan ini membuat para investor lebih tertarik mempercayakan dana tunjangan pensiun dan keperluan jangka panjang lainnya kepada reksadana daripada deposito berjangka.

2. Resiko Investasi Lebih Kecil

Jika dibandingkan dengan investasi saham atau jenis investasi jangka panjang mandiri lainnya, investasi reksadana memberikan keamanan yang jauh lebih terjamin kepada para investor.

Resiko investasi yang kecil ini salah satunya adalah dengan melakukan diversifikasi instrumen investasi oleh para tenaga profesional yang betul-betul ahli di bidangnya.

Dengan menempatkan investasi di lebih dari satu pos, maka resiko yang ditimbulkan akan bisa diminimalisir sejak awal.

3. Dana Dikelola oleh Manajer Investasi yang Profesional

Keuntungan lain dari reksadana adalah pengelolaan dana atau modalnya dilakukan oleh menajer investasi yang profesional atau yang benar-benar ahli di bidangnya.

Anda sebagai pemilik modal akan merasa tenang karena mempercayakan uang pada ahlinya sekalipun anda tidak memiliki keahlian atau pengalaman di bidang investasi saham.

Para manajer investasi ini selain profesional juga transparan karena akan melaporkan semua kinerja investasi anda secara berkala.

4. Terbuka Bagi Masyarakat Umum dengan Nilai Investasi Terkecil

Keuntungan lain dari reksadana adalah terbuka bagi masyarakat umum karena bisa dimulai dengan nilai investasi yang sangat terjangkau.

Jadi investasi reksadana ini tidak hanya diperuntukkan bagi orang-orang kaya yang memiliki harta berlimpah. Seluruh masyarakat yang memiliki ketertarikan untuk investasi reksadana sekarang bisa ikut ambil bagian di dalamnya karena saat ini dengan uang Rp 10.000 saja anda sudah bisa ikut berinvestasi.

Kerugian Investasi Reksadana

Adapun kerugian dari investasi reksadana ini adalah sebagai berikut.

1. Kerugian Pengembalian Dana (Modal)

Meskipun jenis investasi reksadana ini memiliki tingkat resiko yang rendah pada umumnya, bukan berarti jenis investasi ini zero risk alias 0% resiko.

Jadi serendah-rendahnya tingkat resiko dalam investasi reksadana, resiko itu akan tetap ada karena tidak ada yang pasti dalam dunia investasi.

2. Investor Harus Membayar Biaya Investasi

Semua investor yang menempatkan dana mereka pada investasi reksadana harus membayar biaya investasinya.

Biaya-biaya yang harus ditanggung oleh para investor ini meliputi biaya fee untuk manajer investasi, biaya penympanan (kustodian), serta biaya operasional dan marketing reksadana.

3. Butuh Waktu untuk Pencairan

reksadana bca
reksadana mandiri

Berbeda dengan jenis tabungan di bank umum dimana anda bisa mencairkan uang kapan pun anda mau hanya dengan menggunakan mesin ATM, dana investasi reksadana tidak bisa dicairkan langsung begitu saja.

Selain harus sesuai prosedur, pencairan investasi reksadana juga memerlukan waktu. Setidaknya anda harus menunggu 3 atau 4 hari kerja sejak perintah diberikan hingga dana masuk ke rekening.

4. Resiko Manajer Investasi Melakukan Wanprestasi

Kerugian reksadana yang terakhir adalah adanya kemungkinan atau resiko manajer investasi melakukan wanprestasi. Jenis wanprestasi ini ada banyak macam, misalnya dana investor diselewengkan atau dikelola dengan tidak benar.

Oleh karena itu, anda perlu cermat dan teliti dalam memilih manajer investasi. Pilihlah yang track rrecordnya sudah teruji dan terpercaya demi keamanan uang anda.

Baca Juga:

Demoga penjelasan mengenai reksadana di atas bisa menambah wawasan anda untuk sekedar tahu atau yang ingin mencoba investasi reksadana. [BH/HT]

Tinggalkan komentar